Setelah Bertahun-tahun Terabaikan, Mahasiswi Yatim Sumenep Terima Beasiswa Sumenep Cerdas BAZNAS

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan Beasiswa Sumenep Cerdas BAZNAS Kabupaten Sumenep kepada Nurhartatik, mahasiswi yatim asal Desa Longos, Kecamatan Gapura, sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa kurang mampu dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi.

Penyerahan Beasiswa Sumenep Cerdas BAZNAS Kabupaten Sumenep kepada Nurhartatik, mahasiswi yatim asal Desa Longos, Kecamatan Gapura, sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa kurang mampu dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi.

Sumenep — Setelah bertahun-tahun berjuang menempuh pendidikan tanpa pernah tersentuh bantuan beasiswa, harapan akhirnya hadir bagi Nurhartatik (21), mahasiswi yatim asal Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.

Melalui Program Sumenep Cerdas, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep secara resmi menyerahkan bantuan pendidikan kepada mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, 24/12/2025).

Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi, Nurhartatik mengaku tak pernah menerima bantuan pendidikan dari pemerintah. Sejak ayahnya wafat, ia tinggal bersama paman dan bibinya, sembari memegang teguh amanah almarhum ayahandanya agar tidak pernah berhenti sekolah dan terus melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah keterbatasan ekonomi, sang paman, Abdullah, yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan, tetap berjuang membiayai kebutuhan keluarga dan pendidikan keponakannya di Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep hingga memasuki semester empat.

Meski kerap sakit-sakitan, Abdullah tak pernah mengeluh demi masa depan Nurhartatik.

Penyerahan Beasiswa Sumenep Cerdas BAZNAS ini menjadi angin segar bagi Nurhartatik dan keluarganya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan haru atas bantuan yang diterimanya.

“Sejak awal saya tidak pernah menerima beasiswa apa pun. Jujur, saya sempat merasa putus asa dan berpikir mungkin pendidikan tinggi bukan untuk orang seperti saya,” tutur Nurhartatik.

Ia menegaskan bahwa beasiswa tersebut bukan hanya membantu biaya kuliah, tetapi juga menjadi penguat semangat untuk terus bertahan dan berprestasi di tengah keterbatasan.

“Beasiswa ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Ini menjadi penyemangat agar saya bisa menyelesaikan kuliah dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh mematikan cita-cita. Terima kasih BAZNAS Sumenep,” ujarnya.

Nurhartatik juga berharap Program Sumenep Cerdas BAZNAS dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar serta mahasiswa yatim dan kurang mampu di Kabupaten Sumenep.

“Saya berharap tidak ada lagi anak-anak atau mahasiswa yang harus berhenti sekolah karena biaya. Semoga BAZNAS Kabupaten Sumenep terus diberi kekuatan untuk membantu masyarakat kecil,” pungkasnya.

Abdullah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kabupaten Sumenep atas bantuan Beasiswa Sumenep Cerdas yang diberikan kepada keponakannya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Sumenep. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selama ini kami berjuang sendiri untuk biaya kuliah keponakan saya,” ujar Abdullah.

Ia mengaku, dengan keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatannya yang sering menurun, bantuan tersebut menjadi harapan besar bagi keluarga kecilnya.

“Sebagai buruh bangunan, penghasilan saya tidak menentu, apalagi saya sering sakit. Beasiswa ini benar-benar meringankan beban kami dan memberi harapan agar Nurhartatik bisa terus melanjutkan kuliahnya,” ungkapnya.

Abdullah berharap BAZNAS Sumenep terus konsisten membantu masyarakat kecil, khususnya anak yatim dan mahasiswa kurang mampu.

“Semoga BAZNAS Sumenep selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah. Bantuan seperti ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang kecil seperti kami,” pungkasnya.

Program Sumenep Cerdas sendiri merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Sumenep dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, khususnya di bidang pendidikan, guna mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

BIAS di SDN Panaongan III: Imunisasi, Edukasi Kusta, dan Pelajaran Kesehatan yang Disambut Hangat Siswa
SDN Panaongan III Jadi Contoh Konsistensi Jalankan Perbup Bahasa Madura dalam Safari Pendidikan Sumenep
Dari Blangkon ke Buku, Agus Sugianto Tinggalkan Jejak Untuk Masa Depan SDN Panaongan III Sumenep
Kilas Nostalgia Himpun Alumni IQDA 1997–2026, IKA UIN Madura Resmi Diluncurkan
Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81
Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?
WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur
Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WIB

BIAS di SDN Panaongan III: Imunisasi, Edukasi Kusta, dan Pelajaran Kesehatan yang Disambut Hangat Siswa

Rabu, 9 September 2026 - 17:59 WIB

SDN Panaongan III Jadi Contoh Konsistensi Jalankan Perbup Bahasa Madura dalam Safari Pendidikan Sumenep

Selasa, 8 September 2026 - 19:43 WIB

Dari Blangkon ke Buku, Agus Sugianto Tinggalkan Jejak Untuk Masa Depan SDN Panaongan III Sumenep

Minggu, 6 September 2026 - 17:06 WIB

Kilas Nostalgia Himpun Alumni IQDA 1997–2026, IKA UIN Madura Resmi Diluncurkan

Rabu, 2 September 2026 - 21:50 WIB

Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB