Sumenep — Harapan Maratul Fadillah, warga desa Kolor, Kabupaten Sumenep, untuk mendapatkan bantuan gerobak UMKM dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumenep hingga kini belum juga terwujud. Padahal, ia mengaku telah melalui proses pendataan sejak Juli 2025 lalu.
Kepada wartawan, Jumat (26/12/2025), Maratul Fadillah mengatakan bahwa pendataan tersebut sempat menumbuhkan harapan besar baginya untuk mengembangkan usaha kecil yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga. Namun hingga akhir tahun, bantuan gerobak yang dijanjikan tak kunjung diterima.
“Sudah didata sejak bulan Juli. Katanya akan dibantu gerobak untuk usaha, tapi sampai sekarang belum kami terima. Terakhir petugas BAZNAS ke sini sekitar sebulan yang lalu,” ungkap Maratul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, Maratul berjualan di sepanjang Jalan dr. Cipto, Sumenep, dengan menjajakan berbagai minuman sederhana seperti jeruk peras, es teh, Pop Ice, dan kopi. Usaha tersebut dijalankannya dengan peralatan seadanya, tanpa gerobak yang memadai.
Menurutnya, keberadaan gerobak UMKM sangat dibutuhkan agar aktivitas berdagang bisa berjalan lebih layak, rapi, dan stabil. Keterbatasan sarana membuat ruang gerak usaha menjadi sempit dan berdampak pada pendapatan harian.
Maratul berharap BAZNAS Sumenep dapat memberikan kepastian terkait realisasi bantuan yang telah dijanjikan kepada pelaku UMKM kecil seperti dirinya.
“Mudah-mudahan ada kejelasan dari BAZNAS, supaya kami tidak terus menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BAZNAS Sumenep terkait keterlambatan penyaluran bantuan gerobak UMKM bagi warga yang telah didata sejak pertengahan tahun 2025 tersebut.
Penulis : Redaksi








