Satgas Pangan Polri Awasi Pergerakan Harga Pangan di Semarang, Pastikan Stok dan Daya Beli Masyarakat Terjaga

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Detikzone.id – Mengakhiri libur Natal 2025, Satgas Pangan Polri bersama Satgas Pangan Polda Jawa Tengah melakukan inspeksi harga bahan pokok di sejumlah titik distribusi pangan di Kota Semarang, Minggu (28/12/2025).

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan maupun kelangkaan barang pada masa liburan, mengingat konsumsi masyarakat meningkat menjelang pergantian tahun.

Kepala Tim Satgas Pangan Bareskrim Polri, KBP Taufan Dirgantoro, memimpin langsung pengecekan yang turut didampingi personel Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rombongan meninjau pasar tradisional, toserba, hingga swalayan modern guna membandingkan data harga dan kondisi stok dari berbagai jenis pelaku usaha.

Harga di Pasar Rakyat Masih Terkendali
Di salah satu pasar tradisional yang menjadi titik pantau, bahan kebutuhan pokok seperti beras, telur, daging ayam, bawang, dan minyak goreng masih berada pada kisaran harga normal.

Pedagang menyebutkan bahwa pasokan dari pemasok tetap lancar meskipun permintaan naik saat libur Natal.

Harga beras premium terpantau sekitar Rp14.500/kg dan beras medium sekitar Rp13.200/kg. Sementara telur ayam ras berada pada kisaran Rp26.000/kg dan daging ayam ras Rp36.000/kg. Untuk minyak goreng kemasan sederhana, rata-rata pedagang menjual Rp17.500 per liter.

Harga cabai menjadi komoditas yang paling mencolok karena masih berada pada level tinggi. Cabai rawit merah dijual sekitar Rp75.000/kg dan cabai rawit hijau Rp65.000/kg.

Para pedagang menilai kenaikan ini dipengaruhi cuaca dan meningkatnya permintaan saat libur, sehingga wajar terjadi sesaat.

Pasar Modern Relatif Lebih Stabil
Hasil pemantauan di pasar modern menunjukkan selisih harga antara pasar rakyat dan swalayan tidak terlalu jauh, dengan kecenderungan lebih stabil di toko ritel besar.

Di salah satu toserba, beras premium dipasarkan Rp14.900/kg, sementara telur ayam ras berada pada Rp28.000/kg dan minyak goreng sekitar Rp18.000/liter.

Beberapa swalayan pun menjual cabai dan aneka hortikultura dengan harga lebih tinggi, seperti cabai rawit merah yang mencapai Rp114.900/kg.

Meski demikian, perbedaan harga ini dinilai masih rasional karena mengikuti mekanisme kualitas barang, penyimpanan, dan biaya distribusi yang berbeda.

Satgas Pangan mencatat adanya peningkatan harga pada H-1 hingga hari perayaan Natal.

Daging ayam, misalnya, sempat naik Rp2.000/kg, sementara telur ayam ras sempat berada di kisaran Rp28.000/kg. Cabai rawit merah tercatat menembus Rp90.000/kg. Namun setelah puncak permintaan berlalu, harga kembali turun secara bertahap.

“Fluktuasi harga yang kami temukan masih dalam rentang normal. Tidak ada temuan indikasi penimbunan barang ataupun permainan harga,” ujar KBP Taufan Dirgantoro usai pemantauan.

Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP M. Solikhin Fery, menambahkan bahwa pemantauan akan diteruskan hingga menjelang malam pergantian tahun.

“Kami ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Polri akan bertindak cepat apabila ditemukan upaya spekulasi harga ataupun hambatan distribusi,” tegasnya.

Pemantauan ini menjadi bentuk komitmen Satgas Pangan untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan pangan di akhir tahun.

Pemerintah daerah, pengelola pasar, dan pelaku usaha disebut akan terus dilibatkan untuk menjaga rantai pasok agar tetap lancar serta harga tetap ramah bagi masyarakat.

Penulis : Mualim

Berita Terkait

KH Mahrus Abdul Malik Ajak Ulama Madura Bersatu Cegah Narkoba di Pesantren, Habib Aboe Bakar Sampaikan Permohonan Maaf
Fasiltas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata
Pelantikan Pejabat Manajerial dan Pisah Sambut di Lapas Kendal
Pakar Hukum Soroti Kasus Mawardi Khairi, Tanpa Mens Rea dan Actus Reus Tak Bisa Dipidana
Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli
Lawan Rentenir dan Perkuat UMKM, TPAKD Sumenep Gaspol Program Keuangan 2026
NU Bukan Komoditas! Muktamar Harus Murni dan Bersih dari Mainan Aktor Politik
PT Wijaya Maritim Agensi Tawarkan Layanan Keagenan Kapal Profesional di Gresik

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:14 WIB

KH Mahrus Abdul Malik Ajak Ulama Madura Bersatu Cegah Narkoba di Pesantren, Habib Aboe Bakar Sampaikan Permohonan Maaf

Kamis, 16 April 2026 - 14:14 WIB

Fasiltas Umum Berubah Jadi Lahan Parkiran, Dishubperkim Pemalang Terkesan Tutup Mata

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan Pejabat Manajerial dan Pisah Sambut di Lapas Kendal

Kamis, 16 April 2026 - 14:11 WIB

Pakar Hukum Soroti Kasus Mawardi Khairi, Tanpa Mens Rea dan Actus Reus Tak Bisa Dipidana

Rabu, 15 April 2026 - 22:53 WIB

Optimalisasi Lahan Desa: Penanaman Jagung Hibrida dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah di Natakoli

Berita Terbaru