Surabaya – Kedatangan Achmad Valen Akbar alias Valen, runner up Dangdut Academy 2025 asal Pamekasan, ke Gedung Negara Grahadi justru memantik kritik keras. Sejumlah aktivis menilai kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lebih bernuansa pencitraan ketimbang dukungan tulus terhadap talenta daerah.
Aktivis pemerhati kebijakan publik Madura, Subhan, secara terbuka menyayangkan sikap Gubernur Jawa Timur yang dinilai baru “hadir” ketika Valen telah mencapai puncak popularitas.
“Padahal sebelum-sebelumnya, sejak awal hingga menjelang grand final, nama Gubernur Jawa Timur tidak pernah muncul memberikan dukungan. Baru sekarang datang seolah paling peduli,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Subhan bahkan membandingkan sikap Khofifah dengan Gubernur DKI Jakarta, dan Gubernur Jawa Barat yang dinilainya jauh lebih konsisten dalam mendukung potensi generasi muda daerahnya.
“Bak langit dan bumi. Dalam pandangan saya, Gubernur Jawa Timur ini pemimpin yang nihil prestasi dan gagal membaca potensi anak muda. Yang muncul justru simbolik dan seremonial,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut Valen di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Valen disebut sebagai simbol keberhasilan anak daerah yang mampu menembus panggung nasional melalui kerja keras dan ketekunan.
Dalam sambutannya, Khofifah mengaku bangga atas capaian Valen yang dinilai bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan kebanggaan Jawa Timur, khususnya Pamekasan.
“Mudah-mudahan kemenangan ini bisa terus dijaga oleh Valen dan menjadi awal kesuksesan ke depan. Di balik kesuksesan ini ada doa orang tua, kerja keras, dan perjuangan panjang,” ujar Khofifah.
Valen sendiri menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Pamekasan, yang telah memberikan dukungan penuh selama dirinya mengikuti Dangdut Academy 2025.
“Alhamdulillah Valen bisa meraih runner up. Terima kasih atas doa dan dukungan seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya Pamekasan,” kata Valen saat menghibur pendukungnya di Gedung Negara Grahadi.
Sementara itu, Khairil Hidayat yang mewakili Haji Her, tokoh masyarakat Pamekasan, menilai prestasi Valen merupakan kebanggaan bersama dan bukti bahwa generasi muda Madura memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.
Namun di tengah euforia tersebut, kritik publik tetap mengemuka. Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seharusnya hadir sejak awal dalam mendukung talenta lokal, bukan sekadar muncul saat prestasi telah diraih dan sorotan publik mengarah ke panggung kehormatan.
Penulis : Redaksi









