Situbondo – Pengusaha nasional asal Situbondo, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang juga dikenal sebagai Gus Lilur, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI, Jend. Purn. TNI. Prabowo Subianto, atas diterimanya usulan penghentian ekspor Benih Bening Lobster (BBL).
Gus Lilur telah mengirimkan surat elektronik (Surel) kepada Presiden Prabowo beberapa bulan lalu, memohon agar ekspor BBL dihentikan dan digantikan dengan ekspor Lobster ukuran 50 gram. Usulan ini bertujuan untuk menciptakan iklim berbudi daya di Indonesia, membuka jutaan lapangan kerja, dan menjadikan Indonesia sebagai pengekspor utama Lobster.
“Dengan dihentikannya ekspor BBL dan dibukanya ekspor Lobster ukuran 50 gram, maka RI akan dikenal sebagai pengekspor Lobster,” kata Gus Lilur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirjend. PB KKP Dr. Tb. Haeru Rahayu telah menginformasikan bahwa regulasi terbaru tentang aturan ekspor Lobster 50 gram akan diundangkan pada akhir Februari 2026.
Gus Lilur menghaturkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Dirjend. Perikanan Budi Daya KKP atas dukungan mereka. “Mari berbakti pada NKRI, mari berbudi daya,” pungkasnya.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lobster di Indonesia dan meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian nasional. Gus Lilur juga mengajak semua pihak untuk mendukung dan memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan produksi dan ekspor lobster Indonesia.
Penulis : Anton








