SUMENEP, Detikzone.id – Bagi Founder BIP Foundation, Ali Zainal Abidin, berbagi bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia telah menjadikannya sebagai prinsip hidup. Filosofi “tiada hari tanpa berbagi” seakan menjadi napas dari setiap gerakan sosial yang dijalankan melalui Yayasan Bani Insan Peduli (BIP).
Pada Selasa (10/3/2026), semangat itu kembali terlihat nyata. Di kediaman sang ibunda tercinta di Kabupaten Sumenep, Ali Zainal Abidin kembali menggelar aksi sosial akbar yang menghadirkan ribuan masyarakat dari berbagai kalangan.
Padahal, beberapa hari dan pekan sebelumnya, yayasan ini telah menggugah nurani publik melalui serangkaian kegiatan kemanusiaan. Di Sumenep, BIP menggelar aksi sosial bersama ribuan kaum dhuafa dan pengemudi ojek online. Tak lama berselang, kegiatan besar lainnya digelar di Pamekasan dengan menghadirkan sekitar 3.000 anak yatim, sebuah momentum yang kemudian mengantarkan yayasan tersebut meraih pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun bagi Ali Zainal Abidin, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Justru, apresiasi itu menjadi pengingat bahwa gerakan sosial harus terus dilanjutkan dan diperluas.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, BIP kembali menghadirkan aksi sosial besar di Sumenep. Ribuan warga tampak memadati lokasi kegiatan yang digelar di kediaman ibunda Ali Zainal Abidin.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari kaum dhuafa, penyandang disabilitas, pengemudi ojek online, pasukan kuning, hingga masyarakat umum dari berbagai penjuru Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan sosial, tetapi juga menjadi simbol kuatnya solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat.
Meski baru berdiri pada tahun 2023, Yayasan Bani Insan Peduli kini dikenal sebagai salah satu gerakan sosial yang aktif dan masif.
Kegiatan kemanusiaannya tidak hanya berlangsung di Sumenep dan Pamekasan, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah lain seperti Malang, Pasuruan, bahkan hingga luar Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas menjelang Idul Fitri. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas dukungan masyarakat yang selama ini terus menguatkan langkah BIP.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar rutinitas menjelang Idul Fitri, melainkan bentuk rasa syukur kami atas dukungan masyarakat terhadap yayasan BIP. Kami memilih kediaman Ibunda sebagai lokasi karena doa beliau adalah pondasi utama dari setiap gerakan sosial yang kami lakukan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita, mulai dari dhuafa hingga pasukan kuning, juga merasakan kebahagiaan menyambut hari kemenangan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian rekor MURI yang baru diraih bukanlah garis akhir dari perjalanan BIP. Sebaliknya, penghargaan tersebut justru menjadi energi baru untuk terus memperluas gerakan sosial.
“Bagi kami di Yayasan BIP, berbagi itu tidak boleh mengenal waktu atau sekat. Setelah kemarin kita mendapat apresiasi dari MURI, semangat itu justru harus semakin berlipat. Melihat senyum rekan-rekan ojol, penyandang disabilitas, dan warga Sumenep hari ini adalah ‘rekor’ yang jauh lebih berharga bagi jiwa kami. Ini adalah komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat menghadirkan harapan.
Bagi BIP Foundation, kebahagiaan yang terpancar dari wajah-wajah warga yang hadir adalah pencapaian yang tidak dapat diukur dengan angka, sebuah rekor kemanusiaan yang sesungguhnya.








