SUMENEP, Detikzone.id – Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, dikenal sebagai sosok yang konsisten mengajak masyarakat meneladani ajaran Rasulullah SAW, khususnya dalam memuliakan anak yatim, kaum dhuafa, serta mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Dalam berbagai kegiatan sosial yang digelar BIP, Ali Zainal Abidin hampir selalu menyampaikan pesan moral yang sama: bahwa kepedulian terhadap sesama bukan hanya bentuk solidaritas kemanusiaan, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan yang sangat jelas tentang bagaimana memperlakukan anak yatim dengan penuh kasih sayang dan penghormatan. Nilai itulah yang kemudian ia jadikan inspirasi dalam berbagai program kemanusiaan yang digagas melalui Yayasan Bani Insan Peduli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menekankan pentingnya memuliakan anak yatim dan kaum dhuafa, Ali juga kerap mengingatkan masyarakat tentang kewajiban menghormati dan memuliakan orang tua, khususnya ibu.
Baginya, doa seorang ibu adalah kekuatan yang tidak terlihat, namun memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidup seseorang.
“Bagi kami, ibu adalah sumber keberkahan hidup. Doanya adalah energi yang tidak terlihat, tetapi mampu membuka banyak jalan kebaikan,” katanya.
Meski sang ibunda kini telah tiada, namun nama dan teladannya tetap harum dalam perjalanan hidup Ali Zainal Abidin. Nilai-nilai kebaikan, ketulusan, serta semangat berbagi yang diajarkan sang ibu terus hidup dan menjadi inspirasi dalam setiap langkah gerakan sosial yang dijalankannya.
Ali Zainal Abidin juga mengungkapkan bahwa nilai-nilai kepedulian yang ia jalani saat ini tidak lahir secara instan. Semua berawal dari pendidikan keluarga yang menanamkan pentingnya berbagi kepada sesama.
“Kami belajar bahwa kebaikan tidak lahir dari kemewahan, tetapi dari hati yang peduli. Rasulullah memberi teladan bagaimana memuliakan anak yatim, sementara ibu mengajarkan kami arti ketulusan dalam berbagi,” tuturnya.
Prinsip itulah yang kemudian menjadi fondasi berdirinya Yayasan Bani Insan Peduli yang kini aktif menghadirkan berbagai kegiatan kemanusiaan di sejumlah daerah.
Belum lama ini, BIP juga menggelar kegiatan besar dengan menghadirkan sekitar 3.000 anak yatim dalam acara buka puasa bersama dan program belanja gratis kebutuhan Lebaran. Kegiatan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai salah satu kegiatan sosial besar yang melibatkan ribuan anak yatim.
Namun semangat berbagi itu tidak berhenti di sana.
Semangat berbagi seolah tak pernah padam dalam diri Ali Zainal Abidin. Melalui Yayasan Bani Insan Peduli, ia kembali menggelar aksi sosial besar yang menghadirkan ribuan warga di Kabupaten Sumenep, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman sang ibunda tercinta itu menjadi momentum kebersamaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan hadir, mulai dari kaum dhuafa, penyandang disabilitas, pengemudi ojek online, pasukan kuning, hingga masyarakat umum dari berbagai penjuru Sumenep.
Aksi sosial tersebut terasa semakin istimewa karena digelar hanya beberapa hari setelah Yayasan Bani Insan Peduli mencatatkan prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Meski baru berdiri pada tahun 2023, BIP Foundation telah dikenal luas sebagai yayasan yang aktif dan masif melakukan gerakan sosial. Tidak hanya di Sumenep dan Pamekasan, kegiatan kemanusiaan yang digagas BIP juga telah menjangkau berbagai daerah lain seperti Malang, Pasuruan, bahkan hingga luar Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial menjelang Lebaran. Menurutnya, kegiatan itu merupakan bentuk rasa syukur atas dukungan masyarakat yang selama ini terus menguatkan langkah yayasan BIP dalam menjalankan berbagai program sosial.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar rutinitas menjelang Idul Fitri, melainkan bentuk rasa syukur kami atas dukungan masyarakat terhadap yayasan BIP. Kami memilih kediaman Ibunda sebagai lokasi karena doa beliau adalah pondasi utama dari setiap gerakan sosial yang kami lakukan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memastikan masyarakat yang membutuhkan juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang hari kemenangan.
“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita, mulai dari dhuafa hingga pasukan kuning, juga merasakan kebahagiaan menyambut hari kemenangan,” tegasnya.
Menurut Ali Zainal Abidin, pencapaian rekor MURI yang baru diraih bukanlah tujuan akhir. Justru penghargaan tersebut menjadi penyemangat baru bagi BIP untuk terus memperluas gerakan sosial dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Bagi kami di Yayasan BIP, berbagi tidak boleh mengenal waktu atau sekat. Setelah mendapat apresiasi dari MURI, semangat itu justru harus semakin berlipat. Melihat senyum rekan-rekan ojol, penyandang disabilitas, dan warga Sumenep hari ini adalah ‘rekor’ yang jauh lebih berharga bagi jiwa kami,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa gerakan sosial yang lahir dari kepedulian dapat menghadirkan harapan bagi banyak orang. Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, BIP Foundation kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menebar kebaikan tanpa batas.








