SUMENEP, Jumat (10/4/2026) – Komitmen penghematan energi di Kabupaten Sumenep tidak hanya berhenti pada imbauan. dr. Erliyati justru menunjukkan langkah nyata dengan memilih menggunakan becak sebagai sarana transportasi di lingkungan kerja.
Aksi yang terbilang sederhana namun sarat makna itu dilakukan di lingkungan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Dalam momen tersebut, dr. Erliyati terlihat santai menaiki becak, meninggalkan kendaraan bermotor yang selama ini umum digunakan.
Langkah ini pun tidak berdiri sendiri. Jajaran manajemen RSUD Sumenep turut mengikuti dengan menggunakan sepeda sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan efisiensi energi dan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penghematan energi bisa dimulai dari diri sendiri, bahkan dari hal-hal kecil. Tidak perlu menunggu langkah besar,” ujar dr. Erliyati.
Menurutnya, penggunaan transportasi alternatif seperti becak tidak hanya berdampak pada pengurangan konsumsi energi, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi.
“Transportasi tradisional seperti becak juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak,” tambahnya.
Aksi ini dinilai menjadi contoh konkret bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan efisiensi energi dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk pimpinan instansi pelayanan publik. Dengan memberikan teladan langsung, pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat dan mudah diterima masyarakat.
Langkah inspiratif tersebut pun menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Sejumlah warga dan keluarga pasien menilai apa yang dilakukan Direktur RSUD Sumenep merupakan bentuk kepemimpinan yang tidak hanya memberi arahan, tetapi juga memberi contoh nyata.
Gerakan sederhana ini diharapkan mampu memicu kesadaran lebih luas di tengah masyarakat untuk menerapkan gaya hidup hemat energi serta peduli terhadap lingkungan, sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.







