SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, terus menghidupkan semangat para kepala desa untuk tetap fokus membangun dan mengembangkan potensi ekonomi desa di tengah tantangan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi.
Hal itu disampaikan Bupati dalam berbagai kesempatan, termasuk saat menghadiri Halal Bihalal Akbar Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep di Ballroom Hotel Myze beberapa waktu lalu, yang menjadi ruang konsolidasi besar lintas sektor.
Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda, OPD, camat, perbankan seperti BPRS dan Bank Jatim, direktur rumah sakit, PPDI, Persatuan BPD, Baznas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh kepala desa se-Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidaklah ringan. Efisiensi anggaran di berbagai level pemerintahan menuntut kepala desa untuk berpikir lebih kreatif, inovatif, serta mampu menggali potensi desa sebagai kekuatan ekonomi baru.
“Sekarang bukan lagi soal seberapa besar anggaran yang dimiliki, tetapi bagaimana kita mampu mengelola dan mengembangkan potensi desa menjadi kekuatan ekonomi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama percepatan pembangunan desa. Program KDMP disebut sebagai salah satu langkah strategis yang harus terus didorong bersama.
“Ini pekerjaan rumah kita bersama. Tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua pihak harus terlibat untuk mempercepat terwujudnya desa yang mandiri dan kuat secara ekonomi,” imbuhnya.
Meski berada dalam keterbatasan, Bupati tetap optimistis terhadap masa depan pembangunan desa di Sumenep. Ia mengapresiasi kekompakan kepala desa yang dinilai tetap solid menjaga semangat kebersamaan di tengah tekanan efisiensi.
Di tengah situasi tersebut, Bupati menegaskan bahwa semangat membangun desa tidak boleh surut. Justru keterbatasan harus menjadi pemicu lahirnya inovasi dan kemandirian ekonomi desa di Kabupaten Sumenep.







