Darurat MBG di Pamekasan, KNPI Soroti Dapur Tanpa IPAL dan Tantang Ketegasan Pemerintah

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasan Basri, Sekretaris KNPI Pamekasan, memaparkan temuan lapangan program MBG, menyoroti banyaknya dapur tanpa IPAL dan mendesak pengawasan serta tindakan tegas dari pemerintah.

Hasan Basri, Sekretaris KNPI Pamekasan, memaparkan temuan lapangan program MBG, menyoroti banyaknya dapur tanpa IPAL dan mendesak pengawasan serta tindakan tegas dari pemerintah.

Pamekasan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi masyarakat justru mulai menuai sorotan tajam. Komite Nasional Pemuda Indonesia Pamekasan angkat suara, mendesak pengawasan ketat sekaligus membangun kesadaran kolektif publik.

Sekretaris KNPI Pamekasan, Hasan Basri, menegaskan bahwa pengawasan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Hal ini disampaikan usai audiensi bersama Satgas dan Koordinator Wilayah MBG.

“Program ini menyangkut hajat hidup masyarakat. Jika tidak diawasi serius, potensi masalahnya bisa meluas, bahkan mencemari lingkungan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan di lapangan pun mengejutkan. Dari sekitar 120 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hanya 7 dapur yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar. Sementara itu, 112 dapur memang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), namun persoalan limbah dinilai belum terselesaikan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius. KNPI menilai, pengelolaan limbah yang tidak sesuai standar bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi berpotensi menjadi pelanggaran berat hingga ancaman pidana.

“Limbah harus memenuhi baku mutu sebelum dibuang. Jika tidak, dampaknya bisa merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat,” ujar Hasan.

Tak hanya kritik, KNPI juga melontarkan rekomendasi tegas: penutupan sementara dapur-dapur MBG yang belum memenuhi syarat. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak pasif. KNPI mengajak orang tua dan penerima manfaat untuk ikut mengawasi jalannya program, termasuk melaporkan atau mempublikasikan jika ditemukan penurunan kualitas maupun kuantitas makanan.

Menurut Hasan, kekuatan utama pengawasan justru terletak pada kesadaran kolektif. Apalagi, program ini didukung anggaran negara yang tidak sedikit, sehingga transparansi dan akuntabilitas menjadi mutlak.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Semua harus terlibat. Kalau ada yang tidak beres, jangan diam,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, KNPI Pamekasan bahkan menantang ketegasan pemerintah daerah. Apakah berani bertindak tegas terhadap pelanggaran, atau justru membiarkan potensi masalah terus membesar.

“Sekarang tinggal kita lihat, ada tidak keberanian untuk bertindak tegas,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Yakuza Maneges Pusat Kediri Serahkan Bantuan untuk 53 Lansia dan 15 Relawan Panti Jompo Akar Kasih Pare 
Polemik Anggaran Toilet SD di Kota Probolinggo,Antara Sorotan Publik dan Batas Aturan BOS
Walau CCTV Ada, Percuma Lapor Polisi Kalau Tak Ada Kepastian! Polresta Sumenep Didesak Ungkap Bandit Curanmor Pasongsongan yang Meresahkan
Gagal Diselundupkan ke Afrika! Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya
Yakuza Maneges MPR Ungkap Dugaan Pencabulan Santri di Ruang Tertutup, Oknum Pengajar Ponpes di Malang Diamankan
Polsek Guluk-Guluk dan Resmob Polresta Sumenep Ringkus Pembacok Lansia
Motor Warga Pasongsongan Digondol Maling, Kapolresta Sumenep Ditantang Buktikan Tak Ada Ruang bagi Bandit Curanmor
Diduga Tipu Korban dengan Janji Manis, Perempuan Asal Talkandang Resmi Ditahan Polres Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Yakuza Maneges Pusat Kediri Serahkan Bantuan untuk 53 Lansia dan 15 Relawan Panti Jompo Akar Kasih Pare 

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:14 WIB

Polemik Anggaran Toilet SD di Kota Probolinggo,Antara Sorotan Publik dan Batas Aturan BOS

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:27 WIB

Walau CCTV Ada, Percuma Lapor Polisi Kalau Tak Ada Kepastian! Polresta Sumenep Didesak Ungkap Bandit Curanmor Pasongsongan yang Meresahkan

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:49 WIB

Gagal Diselundupkan ke Afrika! Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:40 WIB

Yakuza Maneges MPR Ungkap Dugaan Pencabulan Santri di Ruang Tertutup, Oknum Pengajar Ponpes di Malang Diamankan

Berita Terbaru