SUMENEP – Di balik ucapan “Selamat Hari Buruh”, tersimpan realitas yang tidak selalu sederhana. Tanggal 1 Mei kembali hadir, membawa harapan sekaligus kegelisahan bagi para pekerja yang masih berjuang di tengah berbagai tantangan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep, H. Hosnan, menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak seharusnya berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini, menurutnya, penting untuk melihat kembali kondisi nyata yang masih dihadapi para pekerja.
“Buruh adalah fondasi pembangunan, namun dalam banyak hal mereka belum sepenuhnya merasakan hasilnya secara adil,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan bahwa penghargaan terhadap buruh perlu diwujudkan dalam langkah nyata, mulai dari perlindungan kerja, upah yang layak, hingga kepastian keberlanjutan pekerjaan. Tanpa itu, peringatan Hari Buruh berisiko kehilangan makna.
Di tengah pembangunan yang terus berjalan, perhatian terhadap kesejahteraan pekerja menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Hari Buruh 2026 pun menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama.
Dari Sumenep, pesan itu kembali disampaikan, bahwa upaya menghadirkan keadilan bagi pekerja harus terus diperjuangkan melalui kebijakan yang berpihak dan pelaksanaan yang konsisten.
Penulis : Redaksi








