Pelayanan Lumpuh! Kantor Desa Lambangkuning Probolinggo Disegel Ahli Waris, Warga Terkatung-Katung Tanpa Kepastian

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Pelayanan publik di Desa Lambangkuning, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mendadak lumpuh total. Kantor desa yang selama ini menjadi pusat administrasi masyarakat, kini tak lagi bisa diakses setelah disegel oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris, Senin (04/05/2026).

Pemandangan mencolok terlihat di lokasi. Gerbang kantor desa tertutup rapat, disertai spanduk larangan masuk yang menyatakan bahwa lahan tersebut telah disegel. Tak ada aktivitas, tak ada pelayanan—hanya kegelisahan warga yang kini harus menanggung dampaknya.

Situasi ini sontak memicu kebingungan di tengah masyarakat. Berbagai urusan administrasi yang semestinya bisa diselesaikan di tingkat desa, kini terhenti tanpa solusi jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Lumbang, Budi Utomo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa penyegelan terjadi pada hari yang sama dan saat ini pihak kecamatan masih berupaya melakukan pendekatan secara persuasif.

“Kita tetap melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarga untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga menyebutkan bahwa komunikasi sebenarnya telah dilakukan sebelumnya, meski belum membuahkan hasil konkret.

“Sudah pernah dilakukan mediasi, kurang lebih sekitar 15 hari yang lalu,” tambahnya.

Namun hingga kini, upaya tersebut belum mampu membuka kembali akses pelayanan bagi masyarakat. Kantor desa tetap tertutup, sementara warga harus menghadapi ketidakpastian.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin fasilitas pelayanan publik bisa terhenti akibat sengketa lahan tanpa solusi cepat? Di sisi lain, warga justru menjadi pihak yang paling dirugikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan kantor desa Lambangkuning dapat kembali beroperasi normal. Sementara itu, harapan masyarakat hanya satu, agar persoalan ini segera diselesaikan sebelum dampaknya semakin meluas.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan
DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur
Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile
Tak Sekadar Kejar Target Fisik, Dinkes Probolinggo Pastikan Mutu Layanan Kesehatan di Maron Berjalan Selaras
Saat Musik Melintasi Batas Negara Banyak Bunyik Republik Malaysia Siap Guncang Panggung ASH 2026 di Kaki Argopuro
Amanah Baru Salamet Supriyadi, Isi Kursi Kabag Perekonomian Sumenep yang Ditinggalkan Dadang
Camat, Sekcam hingga Pejabat RSUD Berganti, Wabup Sumenep Titip Pesan Soal Amanah dan Pelayanan
Jinakkan Kusut Lalu Lintas Bromo: Dishub Probolinggo Siapkan Free Area dan Uji Kelaikan Massal Jeep Wisata

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:56 WIB

Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan

Minggu, 20 September 2026 - 21:19 WIB

DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14 WIB

Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile

Sabtu, 19 September 2026 - 10:57 WIB

Tak Sekadar Kejar Target Fisik, Dinkes Probolinggo Pastikan Mutu Layanan Kesehatan di Maron Berjalan Selaras

Sabtu, 19 September 2026 - 10:55 WIB

Saat Musik Melintasi Batas Negara Banyak Bunyik Republik Malaysia Siap Guncang Panggung ASH 2026 di Kaki Argopuro

Berita Terbaru