Usai Kuasa Hukum Laporkan Penyidik, Ditreskrimum Polda Jatim Terbitkan SP2HP Kasus Dana Rumpon Nelayan Rp6,3 Miliar

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id — Kasus dugaan penggelapan dana kompensasi rumpon nelayan di Pantai Utara Kabupaten Sampang senilai Rp6,3 miliar kembali bergerak setelah sebelumnya menuai sorotan keras dari kuasa hukum nelayan Madura Pantura.(08/05/2026).

Perkembangan itu muncul tak lama setelah tim kuasa hukum nelayan melaporkan penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim atas dugaan lambannya penanganan perkara yang telah berjalan hampir satu tahun tanpa penetapan tersangka.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah tekanan tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke-9 tertanggal 7 Mei 2026 yang ditujukan kepada pelapor, Suberdi, warga Kabupaten Sampang.

Dalam surat bernomor B/844/SP2HP-9/V/RES.1.11./2026/Ditreskrimum itu, penyidik menyampaikan bahwa perkara yang dilaporkan berkaitan dengan dugaan tindak pidana penggelapan dan turut serta melakukan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pidana yang sedang didalami.

 

SP2HP tersebut merujuk pada laporan polisi Nomor LP/B/1206/VIII/2025/SPKT/Polda Jawa Timur tertanggal 22 Agustus 2025. Artinya, perkara dugaan penggelapan dana kompensasi nelayan itu telah bergulir selama hampir sembilan bulan tanpa adanya penetapan tersangka.

 

Dalam perkembangan terbaru, penyidik menyebut telah memeriksa tiga saksi tambahan guna memperkuat alat bukti. Selain itu, penyidik juga mengaku telah melakukan penyitaan barang bukti dari saksi lain.

 

Tak hanya itu, penyidik dalam SP2HP juga menyatakan telah mengajukan penetapan penyitaan barang bukti ke Pengadilan Negeri Surabaya sebagai bagian dari proses pendalaman perkara.

Meski demikian, substansi surat tersebut belum menjawab tuntutan utama para nelayan, yakni kepastian hukum terkait siapa pihak yang harus bertanggung jawab atas hilangnya dana kompensasi rumpon sebesar Rp6,3 miliar.

Dana kompensasi tersebut sebelumnya disebut sebagai ganti rugi atas kerusakan rumpon atau rumah ikan milik nelayan akibat aktivitas eksplorasi migas oleh Petronas di wilayah Pantai Utara Sampang.

 

Namun hingga kini, ribuan nelayan yang terdampak belum juga menerima dana tersebut. Kondisi inilah yang kemudian memicu kemarahan nelayan karena dana yang seharusnya menjadi penopang ekonomi keluarga pesisir justru tak jelas keberadaannya.

Kuasa hukum nelayan menilai terbitnya SP2HP ke-9 itu menunjukkan adanya respons setelah mereka melaporkan penyidik ke Propam. Namun mereka menegaskan, yang dibutuhkan nelayan bukan sekadar surat perkembangan, melainkan langkah hukum yang nyata dan terukur.

 

“Nelayan tidak butuh tumpukan surat. Nelayan butuh kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas uang Rp6,3 miliar itu. Selama belum ada tersangka, rasa keadilan belum hadir,” tegas perwakilan kuasa hukum nelayan.

 

Pihak kuasa hukum memastikan akan terus mengawal perkara tersebut. Jika dalam waktu dekat belum ada perkembangan signifikan, mereka mengancam membawa kasus dugaan penggelapan dana rumpon nelayan Sampang itu ke Mabes Polri, Kompolnas, Ombudsman RI hingga DPR RI.

Penulis : Anam

Berita Terkait

6 Bulan Buron, Pelaku Pembobolan Rumah di Situbondo Ditangkap di Pulau Dewata
LSM Gelora Cinta Negeri Minta Pertamina Jatimbalinus Klarifikasi Status Lahan SPBU Karangjati Ngawi
Ketua KAKI Jatim Gebrak Bupati Bangkalan: 3.000 Hektare untuk China, Tanah Rakyat Jangan Dijadikan Tumbal!
Kasus Biseksual Santri di Mojo Kediri: Pengurus Ponpes Minta Maaf, Polisi Periksa Saksi-saksi 
Pusaran Sabu di Bluto Terbongkar, Dua Pemuda Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep
Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Sabu 4,28 Gram Berujung di Tangan Polisi Sumenep
Di Tengah Antrean Panjang, Pengisian BBM ke Jeriken di SPBU Tamberu Barat Sampang Dipertanyakan
Bromo Dikepung Api, Jalur Cemorolawang Probolinggo dan Semua Pintu Masuk Ditutup Total!

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:26 WIB

6 Bulan Buron, Pelaku Pembobolan Rumah di Situbondo Ditangkap di Pulau Dewata

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

LSM Gelora Cinta Negeri Minta Pertamina Jatimbalinus Klarifikasi Status Lahan SPBU Karangjati Ngawi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Ketua KAKI Jatim Gebrak Bupati Bangkalan: 3.000 Hektare untuk China, Tanah Rakyat Jangan Dijadikan Tumbal!

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Kasus Biseksual Santri di Mojo Kediri: Pengurus Ponpes Minta Maaf, Polisi Periksa Saksi-saksi 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Pusaran Sabu di Bluto Terbongkar, Dua Pemuda Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep

Berita Terbaru