Dukung UMKM Jangan Hanya Omon – omon, Pujasera Pemkab Sumenep Butuh Kehadiran Pejabat dan ASN untuk Hidup

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku UMKM lokal menunjukkan sajian nasi rujak andalan di pujasera sebagai bentuk dukungan terhadap geliat ekonomi kerakyatan dan promosi kuliner khas daerah.

Pelaku UMKM lokal menunjukkan sajian nasi rujak andalan di pujasera sebagai bentuk dukungan terhadap geliat ekonomi kerakyatan dan promosi kuliner khas daerah.

SUMENEP — Seruan mendukung UMKM lokal selama ini terus digaungkan dalam berbagai forum resmi. Namun di balik slogan dan pidato penuh semangat itu, realitas di lapangan justru memunculkan ironi. Pujasera Pemkab Sumenep yang dibangun sebagai wadah pemberdayaan pelaku usaha kecil, kini justru kerap tampak lengang dari kehadiran ASN maupun pejabat di lingkungan pemerintah daerah sendiri.

Padahal, Pujasera yang berada di kawasan Kantor Bupati Sumenep itu bukan sekadar tempat makan biasa. Tempat tersebut menjadi ruang hidup bagi pelaku UMKM lokal yang menggantungkan harapan ekonomi dari setiap pengunjung yang datang.

Beragam kuliner khas tersaji di lokasi itu. Mulai dari Nasi Rawon dengan kuah hitam khas Madura yang kaya rempah, Nasi Rujak yang pedas segar dan menggugah selera, Rujak Tahu Tek, Nasi Jagung tradisional, aneka bakaran, mie instan, hingga Nasi Tempong yang terkenal dengan sambalnya yang pedas menggigit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati aneka camilan seperti Tahu Walik, Tahu Petis, Risoles Mayo, Lumpia, serta berbagai minuman mulai kopi tubruk, kopi susu, teh susu, kopi jahe gemperk, hingga jahe geprek hangat yang cocok dinikmati di sela aktivitas kerja.

Namun sayangnya, suasana yang seharusnya ramai justru sering terlihat sepi. Bahkan, diduga karena minimnya keterlibatan ASN dan pejabat Pemkab Sumenep, beberapa stand di Pujasera terpaksa tutup sementara akibat berkurangnya pembeli.

Kondisi itu menjadi tamparan tersendiri di tengah gencarnya kampanye dukungan terhadap UMKM lokal yang selama ini terus disuarakan. Sebab, jika fasilitas kuliner UMKM yang berada tepat di lingkungan kantor pemerintahan saja kurang mendapat perhatian, maka dukungan terhadap ekonomi kerakyatan dinilai hanya akan menjadi slogan tanpa aksi nyata.

Ardiansyah, Aktivis Sumenep, menilai dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya disampaikan lewat narasi dan seremoni belaka. Menurutnya, langkah sederhana seperti hadir dan membeli di Pujasera merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap pedagang kecil.

“Kalau memang serius mendukung UMKM lokal, ya dimulai dari hal sederhana. Datang, makan, dan ramaikan Pujasera. Ini bukan hanya soal kuliner, tapi tentang kepedulian terhadap pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan di sini,” ujarnya, Rabu, 20/5//2026).

Menurutnya, Pujasera juga memiliki fungsi sosial yang penting. Di tempat itu, ASN dan pegawai bisa membangun komunikasi santai, berdiskusi, hingga melahirkan ide-ide kreatif di sela aktivitas kerja.

Senada dengan itu, Farid Hasan, pemerhati ekonomi lokal menyebut keberadaan Pujasera seharusnya menjadi “laboratorium sosial” yang mempererat hubungan antarpegawai sekaligus menghidupkan ekonomi rakyat kecil.

“Di tempat sederhana seperti ini justru sering lahir obrolan produktif. Ada interaksi, ada kebersamaan, dan ada ekonomi masyarakat kecil yang ikut bergerak,” katanya.

Ia menambahkan, jika fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah sendiri tidak dimanfaatkan secara maksimal, maka semangat membangun UMKM hanya akan terdengar sebagai jargon tanpa makna.
Bagi para pedagang, setiap nasi yang dibeli, setiap kopi yang diminum, hingga setiap camilan yang dinikmati di Pujasera merupakan harapan agar usaha mereka tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.

Karena itu, ASN, pejabat, dan seluruh staf di lingkungan Pemkab Sumenep diharapkan tidak hanya pandai berbicara soal pemberdayaan UMKM, tetapi juga menunjukkan keberpihakan melalui tindakan nyata.

Sebab mendukung UMKM bukan sekadar omon-omon. Dukungan itu harus dibuktikan dengan langkah sederhana namun berdampak besar: hadir, membeli, dan meramaikan Pujasera Pemkab Sumenep.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Ayunda Group Buktikan Dukungan Tak Cukup dengan Sponsorship, Produk Pemuda Tani Langsung Diborong, H. Bambang Dorong Singkong Pamekasan Naik Kelas
Bang Ali Jadikan Bisnis sebagai Jalan Ibadah, Toko Emas Central 88 Pamekasan Usung Konsep MBG dengan 100 Persen Hasil Usaha untuk Yatim dan Duafa
Dari Banner hingga QRIS, KKN Posko 12 Wiraraja Sumenep Bawa UMKM Kambingan Timur Go Digital
Arinna Cafe & Resto, Surga Kuliner Sumenep yang Selalu Menghadirkan Alasan untuk Kembali Lewat Live Musik dan Sajian Istimewa
Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep
Jangan Panen Dini! Pengusaha Rokok Sumenep Serukan Selamatkan Tembakau Lokal Demi Nasib Ribuan Petani
Tak Mau Korbankan Mutu, Batik Canteng Koneng Sumenep Rela Tempuh Proses Panjang Cetak Pembatik Andal
Resto Lotus Sumenep Jadi Rumah Kebersamaan, Temu Kenal Formara Unair Rajut Solidaritas Taretan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Ayunda Group Buktikan Dukungan Tak Cukup dengan Sponsorship, Produk Pemuda Tani Langsung Diborong, H. Bambang Dorong Singkong Pamekasan Naik Kelas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Bang Ali Jadikan Bisnis sebagai Jalan Ibadah, Toko Emas Central 88 Pamekasan Usung Konsep MBG dengan 100 Persen Hasil Usaha untuk Yatim dan Duafa

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:13 WIB

Dari Banner hingga QRIS, KKN Posko 12 Wiraraja Sumenep Bawa UMKM Kambingan Timur Go Digital

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:15 WIB

Arinna Cafe & Resto, Surga Kuliner Sumenep yang Selalu Menghadirkan Alasan untuk Kembali Lewat Live Musik dan Sajian Istimewa

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:32 WIB

Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep

Berita Terbaru