Sumenep, 30 Mei 2026 — Tidak adanya pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (30/5/2026) tidak mengurangi semangat warga SDN Panaongan III dalam menanamkan budaya hidup sehat dan kebersamaan. Program rutin SAPASATE (Sarapan Pagi Bersama Teman) tetap berlangsung seperti biasa usai pelaksanaan SEGISAMA (Senam Pagi Bersama) yang menjadi agenda pembiasaan setiap akhir pekan.
Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti senam bersama di halaman sekolah. Setelah itu, mereka duduk berkelompok sambil menikmati bekal sarapan yang dibawa dari rumah. Suasana penuh keakraban terlihat ketika siswa saling berbagi cerita, bercanda, dan menikmati makanan bersama teman-temannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, yang dikenal dengan penampilan khasnya mengenakan blangkon, menegaskan bahwa SAPASATE bukanlah program yang lahir karena adanya MBG. Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi budaya sekolah jauh sebelum program MBG hadir.
“SAPASATE sudah berjalan kurang lebih dua tahun. Program ini lahir dari kesadaran bahwa sarapan pagi memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, serta membangun kebersamaan antarsiswa. Jadi, walaupun hari ini tidak ada pembagian MBG, pembiasaan rutin ini tetap berjalan sebagaimana mestinya karena sudah menjadi karakter sekolah kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekolah tidak ingin peserta didik memiliki ketergantungan terhadap program tertentu untuk membiasakan pola hidup sehat. Menurutnya, nilai utama yang ingin ditanamkan adalah kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri.
“Program boleh datang dan pergi, tetapi budaya baik harus tetap hidup. Kami ingin anak-anak memahami bahwa sarapan bukan karena ada bantuan atau program tertentu, melainkan karena itu kebutuhan mereka untuk tumbuh sehat dan belajar dengan optimal,” tambahnya.
Sekolah yang dikenal aktif mengelola “tujuh kanal media sosial” tersebut terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi pembiasaan positif. SAPASATE menjadi salah satu program unggulan yang tidak hanya mengajarkan pentingnya gizi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan interaksi sosial antarsiswa.
Di tengah berbagai perubahan kebijakan dan program pendidikan, SDN Panaongan III menunjukkan bahwa konsistensi membangun budaya sekolah jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren sesaat. Ketika program lain mungkin berhenti karena kondisi tertentu, SAPASATE tetap hadir sebagai bukti bahwa kebiasaan baik yang telah mengakar akan terus hidup dan tumbuh.
Karena bagi SDN Panaongan III, sarapan bersama bukan sekadar makan pagi. Ia adalah ruang sederhana untuk menumbuhkan kesehatan, persahabatan, dan karakter yang akan dikenang sepanjang masa.
Penulis : Redaksi








