PAMEKASAN, Selasa, 9/6/2026 – Langkah kemanusiaan Bani Insan Peduli (BIP) Foundation seolah tak pernah berhenti. Setelah menebar manfaat bagi ribuan anak yatim, kaum dhuafa, lansia, hingga penyandang disabilitas di berbagai daerah dan hadir di Griya Yatim dan Balita, kini lembaga sosial yang dipimpin oleh Ali Zainal Abidin kembali menunjukkan konsistensinya dalam gerakan sosial berskala besar.
Tak hanya fokus pada pembangunan Rumah Tahfidz Ainun Bani serta berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, BIP kini kembali tancap gas dengan menggelar program khitan gratis yang menyasar sekitar 1.000 anak dari berbagai wilayah. Program ini menjadi salah satu agenda kemanusiaan terbesar yang pernah dijalankan, sekaligus menegaskan bahwa BIP tidak hanya hadir dalam bantuan sesaat, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan masa depan generasi muda.
Program khitan massal ini disiapkan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat kurang mampu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Melalui kegiatan ini, BIP berupaya meringankan beban orang tua sekaligus memberikan layanan kesehatan yang layak bagi anak-anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain khitan gratis, BIP Foundation selama ini juga aktif menjalankan berbagai program sosial lainnya seperti santunan anak yatim, bantuan kaum dhuafa, program untuk penyandang disabilitas, hingga bedah rumah bagi warga tidak mampu. Salah satu program terbaru yang juga mendapat perhatian adalah bedah rumah milik Ibu Salmawati di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, yang menjadi bukti nyata bahwa BIP tidak hanya bergerak di permukaan, tetapi menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Di sisi lain, setelah sederet program kemanusiaan yang kembali mengguncang perhatian publik dan menyentuh ribuan masyarakat kecil di berbagai daerah, BIP juga melanjutkan langkah sosialnya melalui program pendidikan.
Kali ini, BIP menyiapkan pembagian ribuan tas sekolah khusus untuk anak yatim dan anak dhuafa dalam menyambut tahun pelajaran baru. Tas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai perlengkapan sekolah, tetapi juga membawa pesan moral yang sarat makna: “Kejar cita-citamu, menjadi orang baik dan jujur untuk bangsa dan negara Indonesia.”
Program ini menjadi lanjutan dari rangkaian aksi sosial BIP yang dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi sorotan masyarakat. Sebelumnya, lembaga ini telah melaksanakan penyaluran belasan sapi kurban jumbo di 13 kecamatan di Madura, termasuk Sumenep, serta berbagai wilayah lain di Jawa Timur, disertai santunan Iduladha untuk ribuan kaum dhuafa dan anak yatim.
Tidak berhenti di situ, suasana haru juga menyelimuti kegiatan ziarah kubur yang dilakukan Founder BIP, Ali Zainal Abidin, ke makam almarhumah ibunda dan keluarga besarnya. Momen yang berlangsung khidmat tersebut berubah menjadi lautan manusia, setelah ribuan warga dari berbagai daerah datang memadati area pemakaman sebagai bentuk doa dan penghormatan.
Sejak pagi hingga siang hari, ribuan masyarakat terlihat memenuhi area tersebut. Mereka tidak hanya hadir sebagai saksi, tetapi juga sebagai bentuk cinta dan penghargaan atas konsistensi gerakan kemanusiaan yang selama ini dijalankan BIP. Suasana haru tak terhindarkan ketika banyak warga menitikkan air mata di tengah doa dan santunan yang kembali mengalir di lokasi.
Di tengah momen penuh emosi itu, Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa seluruh gerakan sosial yang ia lakukan merupakan bagian dari bakti kepada orang tua yang telah wafat serta wujud tanggung jawab moral kepada masyarakat kecil.
Ia menekankan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi kedua orang tua, sekaligus menjadi manfaat nyata bagi masyarakat luas yang membutuhkan.
Kehadiran ribuan warga dalam setiap kegiatan BIP juga menjadi gambaran kuatnya ikatan emosional antara lembaga tersebut dan masyarakat. Banyak yang menyebut bahwa kepedulian BIP telah hadir tidak hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga dalam sentuhan kemanusiaan yang mendalam.
Rangkaian kegiatan sosial BIP sebelumnya telah menjangkau berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Barat. Mulai dari santunan ribuan anak yatim di Pamekasan yang tercatat dalam rekor MURI, bantuan untuk penyandang disabilitas, lansia, hingga masyarakat kurang mampu di berbagai pelosok daerah.
Selain itu, BIP juga aktif menjalankan berbagai program sosial lain seperti bedah rumah tidak layak huni, bantuan pendidikan, serta aksi kemanusiaan di berbagai momentum keagamaan dan sosial yang menyentuh langsung masyarakat bawah.
Kini, dengan program pembagian ribuan tas sekolah, BIP kembali menegaskan fokusnya pada masa depan generasi muda, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tas sekolah tersebut tidak hanya menjadi perlengkapan belajar, tetapi juga simbol harapan dan motivasi agar anak-anak terus mengejar pendidikan setinggi mungkin.
Pesan moral yang tertulis pada tas tersebut diharapkan menjadi pengingat sejak dini tentang pentingnya pendidikan, kejujuran, dan cita-cita untuk membangun bangsa yang lebih baik.
Gerakan ini sekaligus memperkuat pandangan bahwa BIP tidak hanya bergerak dalam bantuan sesaat, tetapi juga membangun nilai, karakter, dan harapan jangka panjang bagi masyarakat.
Di tengah derasnya berbagai program sosial yang terus berjalan, BIP Foundation semakin dipandang sebagai gerakan kemanusiaan yang hadir tanpa batas wilayah, membawa misi kepedulian, pendidikan, dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan langkah ini, BIP kembali menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya berhenti pada bantuan, tetapi juga pada upaya membentuk generasi yang lebih baik, berkarakter, dan memiliki semangat untuk masa depan bangsa.
Penulis : Red








