Embung Maut di Desa Junok Sampang, Tiga Balita Bersaudara Meninggal Dunia dalam Satu Peristiwa

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polres Sampang menunjukkan lokasi embung air di Dusun Sabu'uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, tempat tiga balita saudara kandung ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam, Minggu (14/6/2026). (Foto: Humas Polres Sampang for Detikzone.id)

Petugas Polres Sampang menunjukkan lokasi embung air di Dusun Sabu'uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, tempat tiga balita saudara kandung ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam, Minggu (14/6/2026). (Foto: Humas Polres Sampang for Detikzone.id)

SAMPANG, Detikzone.id – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Dusun Sabu’uk, Desa Junok, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang. Tiga anak yang masih berusia balita ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah sumur atau embung air milik warga, Minggu (14/6/2026).

Ketiga korban diketahui merupakan saudara kandung, yakni AH (3), MH (3), dan Z (4), warga setempat. Peristiwa tragis tersebut sontak mengundang keprihatinan warga dan meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan bahwa kejadian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang saksi bernama Alfiya (45) melihat salah satu korban mengambang di permukaan embung air sebelum berteriak meminta pertolongan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga kemudian melakukan pencarian karena diketahui korban sebelumnya bermain bersama dua saudaranya. Setelah dilakukan penyelaman ke dalam sumur, dua korban lainnya berhasil ditemukan,” ujar AKP Eko.

Ketiga korban kemudian dievakuasi dan segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, ketiganya dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni yang terjadi saat para korban bermain di sekitar lokasi embung air. Hingga kini, petugas tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut.

“Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan yang menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun secara hukum karena menganggap kejadian tersebut sebagai musibah,” tegasnya.

Mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi, meminta keterangan para saksi, membuat laporan pengaduan, serta mengajukan visum luar terhadap para korban. Proses penyelidikan masih terus dilakukan guna melengkapi data dan administrasi kejadian.

Diketahui, embung air tersebut selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Lokasi itu tidak diperuntukkan sebagai tempat mandi maupun mencuci pakaian, namun berada di area yang dapat diakses warga sekitar.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar area yang berpotensi membahayakan.

“Kami mengimbau para orang tua untuk selalu memperhatikan dan mengawasi putra-putrinya saat bermain guna menghindari kejadian serupa terulang kembali,” pungkas AKP Eko Puji Waluyo.

Tragedi yang merenggut tiga nyawa sekaligus ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Junok. Suasana duka pun menyelimuti lingkungan sekitar setelah kabar meninggalnya tiga balita bersaudara tersebut menyebar di tengah warga.

Penulis : A Junaidi

Berita Terkait

Waspada! Modus Tak Lazim Kejahatan Kini Mengintai Anak-Anak, Keluar Beli Makanan, Fauzan Ditemukan di Sempong Sumenep, Honda PCX Lenyap
Toko Albarokah yang Diduga Milik Distributor Rokok Dalill di Jabaan Sumenep Terbakar, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar
Hari ke-106, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Sasar Janda Lansia Sakit Sebatangkara dan Anak Yatim
Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bululawang: Santri 14 Tahun Lapor Polisi Didampingi Yakuza Maneges
BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket, Soroti Gejolak dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Polresta Sumenep Bergerak, Dugaan Persetubuhan Anak Berujung Penahanan
Puluhan Paket Sabu Nyaris 50 Gram Dibongkar Polsek Masalembu, Pria 44 Tahun Diamankan
Lagi-lagi Pelecehan Seksual Anak : Didampingi Yakuza Maneges, Oknum Marbot Masjid Diserahkan ke Polresta Sidoarjo

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 23:04 WIB

Waspada! Modus Tak Lazim Kejahatan Kini Mengintai Anak-Anak, Keluar Beli Makanan, Fauzan Ditemukan di Sempong Sumenep, Honda PCX Lenyap

Kamis, 17 September 2026 - 17:48 WIB

Toko Albarokah yang Diduga Milik Distributor Rokok Dalill di Jabaan Sumenep Terbakar, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

Rabu, 16 September 2026 - 01:53 WIB

Hari ke-106, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Sasar Janda Lansia Sakit Sebatangkara dan Anak Yatim

Selasa, 15 September 2026 - 10:17 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bululawang: Santri 14 Tahun Lapor Polisi Didampingi Yakuza Maneges

Minggu, 13 September 2026 - 13:26 WIB

BPI KPNPA RI Bogor Desak DPRD Gulirkan Hak Angket, Soroti Gejolak dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor

Berita Terbaru