Dari Daerah ke Pusat: Lima Tuntutan Mahasiswa dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Dijawab

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adi Suparto

Dari kota-kota di luar pusat kekuasaan, gema lima tuntutan mahasiswa membawa makna yang lebih luas. Ia bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal keterdengaran. Apakah suara dari daerah benar-benar sampai ke pusat, atau hanya berhenti sebagai gema yang memudar?

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Tuntutan yang sama muncul di berbagai wilayah, dengan narasi yang serupa. Ini menunjukkan bahwa persoalan yang dirasakan bukan bersifat lokal, melainkan struktural.
Namun justru di situlah muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah negara merespons secara merata, atau hanya peka terhadap tekanan di pusat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam banyak kasus, daerah sering kali berada dalam posisi menunggu. Menunggu keputusan, menunggu perhatian, dan menunggu keadilan distribusi kebijakan. Ketika tuntutan yang sama muncul di pusat dan daerah, tetapi respons terasa tidak seimbang, maka yang dipertanyakan bukan hanya kebijakan; melainkan kehadiran negara itu sendiri.

Lima tuntutan mahasiswa hari ini mencerminkan akumulasi kegelisahan tersebut. Ia bukan sekadar kritik, tetapi cermin dari pengalaman yang dirasakan lintas wilayah. Ketika cermin ini dihadapkan ke negara, yang diharapkan bukan sekadar jawaban formal, tetapi tindakan yang menunjukkan bahwa setiap wilayah diperlakukan setara.

Masalahnya, respons yang muncul sering kali belum menjangkau inti persoalan. Pernyataan ada, klarifikasi disampaikan, tetapi substansi tidak berubah. Di titik ini, muncul kesan bahwa suara dari daerah didengar, namun belum dianggap cukup penting untuk mengubah arah kebijakan.

Inilah yang menjadi persoalan utama.

Sebab negara, dalam pengertian yang paling dasar, tidak hanya diukur dari kekuatan pusatnya, tetapi dari kemampuannya menjangkau pinggiran. Ketika suara dari daerah tidak direspons secara setara, maka yang terbangun adalah jarak; dan jarak itu berpotensi melebar.

Sejarah menunjukkan bahwa pengabaian terhadap daerah tidak pernah berakhir tanpa konsekuensi. Ia bisa berubah menjadi ketidakpercayaan, bahkan keterasingan politik.

Hari ini, kita belum berada di titik itu. Tetapi gejalanya mulai terbaca: tuntutan yang berulang, respons yang tidak berubah, dan publik yang semakin peka terhadap ketimpangan.

Negara tentu memiliki pilihan. Memastikan bahwa setiap suara, dari pusat hingga daerah, memiliki bobot yang sama. Atau membiarkan ketimpangan respons ini terus berlangsung.

Karena pada akhirnya, yang diuji bukan hanya kemampuan negara untuk mendengar, tetapi kesediaannya untuk hadir secara adil.

Dan dari sanalah pertanyaan itu muncul, sederhana namun mendasar: apakah negara benar-benar hadir untuk semua, atau hanya untuk sebagian?

Berita Terkait

STOP Anggaran Publikasi di Sumenep
Tim Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Amankan Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal
Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan
Polri Kawal Ketahanan Pangan di Sumenep, Melon Pertiwi Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Tingkatkan Kebugaran dan Imunitas, Warga Binaan Lapas Kendal Ikuti Apel Pagi dan Senam Bersama
Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Driver Online di Pemalang Mengeluh Pendapatan Kian Tergerus
Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran
Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:35 WIB

STOP Anggaran Publikasi di Sumenep

Senin, 15 Juni 2026 - 10:25 WIB

Dari Daerah ke Pusat: Lima Tuntutan Mahasiswa dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Dijawab

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:32 WIB

Tim Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Amankan Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:47 WIB

Dari Anggaran ke Kepentingan: Jejak yang Tidak Transparan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:17 WIB

Polri Kawal Ketahanan Pangan di Sumenep, Melon Pertiwi Tunjukkan Hasil Menjanjikan

Berita Terbaru

NASIONAL

STOP Anggaran Publikasi di Sumenep

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:35 WIB