SUMENEP – SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menggelar Pengajian Umum dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut menghadirkan ulama kharismatik, KH. Mohammad Muslih Adnan, Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Pamekasan.
Acara yang dipusatkan di lingkungan sekolah itu dihadiri oleh kepala sekolah dari sejumlah lembaga pendidikan sekitar, para guru ngaji, Kepala Desa Panaongan, tokoh masyarakat, wali murid, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung berbagai program sekolah, termasuk kesuksesan pelaksanaan pengajian umum tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada KH. Mohammad Muslih Adnan yang berkenan hadir memberikan tausiyah, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada berbagai tokoh yang telah memberikan ucapan selamat atas kelulusan siswa kelas VI SDN Panaongan III Tahun Pelajaran 2025–2026.
“Atas nama keluarga besar SDN Panaongan III, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KH. Mohammad Muslih Adnan dan seluruh tokoh yang telah memberikan ucapan selamat kepada sekolah kami, baik dari tingkat nasional, Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Sumenep maupun Kecamatan Pasongsongan. Dukungan dan perhatian tersebut menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan,” ujar Agus Sugianto.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi dan hijrah menuju perubahan yang lebih baik.
“Tahun Baru Islam harus menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan pelayanan, baik oleh sekolah, warga sekolah maupun seluruh wali murid. Dengan sinergi yang semakin kuat, insyaallah SDN Panaongan III akan terus berkembang dan memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat,” tambahnya.
Otak Hebat Harus Diiringi Akhlak dan Iman
Dalam tausiyahnya, KH. Mohammad Muslih Adnan menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya membangun manusia yang utuh di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Menurutnya, manusia yang ideal dan sempurna harus memiliki tiga pilar utama, yaitu otak yang cerdas, akhlak yang mulia, dan iman yang kuat.
“Saat ini banyak orang yang sangat pintar, memiliki kemampuan luar biasa, tetapi akhlaknya tidak mencerminkan kepintarannya. Karena itu kecerdasan harus dibarengi dengan akhlak dan keimanan agar tidak tersesat oleh perkembangan zaman,” tegas KH. Muslih di hadapan ratusan jamaah.
Ia juga mengingatkan para orang tua, guru, dan masyarakat agar lebih serius dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif penggunaan telepon genggam dan media sosial yang kini sangat mudah memengaruhi perilaku anak-anak.
“Pengaruh handphone dan media sosial saat ini sangat luar biasa. Jika tidak dibekali iman dan akhlak yang kuat, maka generasi kita akan mudah terbawa arus yang tidak baik. Karena itu pendidikan agama dan pembinaan karakter harus menjadi perhatian bersama,” pesannya.
Siswa Kelas I Curi Perhatian Jamaah
Selain pengajian umum, kegiatan tersebut juga menghadirkan penampilan istimewa dari salah satu siswa kelas I SDN Panaongan III Mohammad Sholahuddin, yang sukses mencuri perhatian para jamaah.
Di hadapan KH. Mohammad Muslih Adnan dan seluruh hadirin, siswa tersebut menunjukkan kemampuannya menghafal perkalian 1 hingga 10 di luar kepala menggunakan metode Bodimatika. Tidak hanya itu, ia juga mampu menjawab berbagai tantangan yang diberikan terkait ilmu tasrif dengan lancar dan tepat.
Penampilan tersebut sontak mendapat tepuk tangan meriah dari para peserta pengajian. Banyak jamaah yang mengaku kagum melihat kemampuan siswa usia dini yang mampu memadukan kecakapan akademik dengan pengetahuan keagamaan.
Suasana pengajian berlangsung penuh kekhusyukan namun tetap hangat dan meriah. Nuansa kekeluargaan yang kental tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara, mencerminkan eratnya hubungan antara sekolah, masyarakat, tokoh agama, dan para wali murid.
Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H di SDN Panaongan III pun tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual, kekuatan akhlak, dan keteguhan iman dalam diri peserta didik.
Hijrah bukan sekadar berpindah waktu, tetapi berpindah menuju kualitas diri yang lebih baik.Semangat itulah yang menggema kuat dari halaman SDN Panaongan III pada peringatan Tahun Baru Islam tahun ini.








