NBI Usulkan Duet Kiai dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026–2031

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, wacana arah kepemimpinan organisasi mulai mengemuka. Netra Bakti Indonesia (NBI) mengusulkan format kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2026–2031 dengan memadukan kiai-kiai berpengaruh dan kalangan intelektual muda sebagai poros kepemimpinan.
Ketua Umum NBI, Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menegaskan bahwa NU membutuhkan formulasi kepemimpinan yang mampu menjembatani otoritas keulamaan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.

“NU membutuhkan kombinasi antara kedalaman ilmu para kiai dan energi pembaruan dari generasi intelektual muda. Keduanya tidak boleh dipertentangkan, tetapi harus dipadukan agar NU tetap menjadi penuntun umat sekaligus relevan menghadapi perubahan global,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Dalam usulan tersebut, posisi Rais Aam diisi oleh Prof. Dr. KHR. Said Aqil Siradj, dengan Wakil Rais Aam diusulkan KH Afifuddin Muhajir dan KH Marzuki Mustamar. Adapun posisi Katib Aam diusulkan dijabat KH Abdus Salam Shohib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk jajaran Tanfidziyah, NBI mengusulkan Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar sebagai Ketua Umum PBNU, didampingi Nusron Wahid serta Alissa Wahid sebagai Wakil Ketua Umum. Posisi Sekretaris Jenderal diusulkan KH Yusuf Chudlori, sedangkan Bendahara Umum dijabat KH Imam Jazuli.

Menurut Gus Lilur, komposisi tersebut disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, serta kemampuan membaca perubahan sosial.

Ia menilai NU saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks, mulai dari isu kebangsaan dan keumatan hingga perkembangan teknologi, pola komunikasi generasi muda, dan dinamika geopolitik global.

“NU tidak cukup hanya menjaga tradisi. NU juga harus mampu memimpin transformasi,” tegasnya.

NBI menekankan bahwa usulan tersebut merupakan kontribusi pemikiran menjelang Muktamar NU 2026, sementara keputusan resmi tetap berada di tangan peserta muktamar sesuai mekanisme organisasi.
Di tengah berbagai spekulasi calon pemimpin NU ke depan, usulan ini menambah dinamika diskusi publik. NBI berharap NU tetap menjadi rumah besar umat Islam yang mampu menjaga keseimbangan antara otoritas keulamaan dan regenerasi intelektual dalam menjawab tantangan zaman.

 

Penulis : Anton

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru