SUMENEP – Hitung mundur telah dimulai. Mulai besok, denyut budaya pesisir utara Kabupaten Sumenep akan bergema lebih kuat dari biasanya. Pelabuhan Pasongsongan yang sehari-hari menjadi pusat aktivitas nelayan, bersiap menjelma menjadi panggung budaya raksasa dalam gelaran Festival Paseser Pasongsongan Paseser Patongtongan 2026 yang akan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026.
Atmosfer persiapan kini terasa di berbagai sudut desa. Suara latihan, kesibukan panitia, hingga semangat masyarakat menjadi penanda bahwa sebuah perhelatan besar segera dimulai. Festival yang masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Sumenep 2026 itu diproyeksikan menjadi salah satu perayaan budaya pesisir terbesar tahun ini.
Sorotan utama akan tertuju pada penampilan kolosal 757 penari tongtong pelajar yang siap menyuguhkan harmoni gerak, irama, dan semangat kebersamaan di tepi laut Pasongsongan. Perpaduan dentuman musik tongtong dengan panorama pesisir diyakini akan menghadirkan pertunjukan spektakuler yang memukau ribuan pasang mata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Festival, E. Benny Widarman, menyampaikan bahwa seluruh elemen terus bergerak mempercepat persiapan demi memastikan acara berlangsung sukses dan berkesan.
“Ratusan pelajar yang terlibat, sehingga semua tahapan harus dipersiapkan dengan matang agar pelaksanaan berjalan tertib dan maksimal,” ujarnya.
Tak hanya pertunjukan budaya, festival ini juga akan diramaikan dengan Festival Kor-Dekoran, Festival Pan-Sampanan, serta Bazar UMKM Kampung Nelayan yang menjadi ruang promosi produk unggulan masyarakat pesisir.
Berbagai penampilan seni dan hiburan rakyat turut menghidupkan suasana. Kelompok musik tradisional, sanggar seni, hingga pelaku budaya lokal siap tampil memeriahkan perhelatan yang digadang menjadi kebanggaan Pasongsongan.
Pemerintah Desa Pasongsongan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penguatan identitas pesisir Sumenep.
Jika seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana, maka besok akan menjadi hari bersejarah bagi Pasongsongan—ketika laut, budaya, dan generasi muda bertemu dalam satu panggung besar yang bukan sekadar tontonan, melainkan perayaan jati diri masyarakat pesisir Sumenep.








