Sumenep, Rabu 24/6/2026 – Memasuki hari ke-3 pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Informatika Universitas Wiraraja mulai memasuki fase pembelajaran yang lebih mendalam di lingkungan kerja.
Kegiatan kali ini diisi dengan pertemuan dan diskusi langsung bersama pembimbing lapangan serta dosen pembimbing dari kampus, yang menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penguatan pelaksanaan PKL agar berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung hangat namun tetap terarah, para pembimbing memberikan berbagai arahan, masukan, serta bimbingan terkait dunia kerja yang sedang dijalani mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fardiansyah, S.Kom., M.Si dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa PKL bukan hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam dunia profesional.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Rizal Sapta Dwi Harjo, S.Kom., M.Si memberikan motivasi dan evaluasi kepada mahasiswa agar mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya sikap adaptif dan kemauan belajar dalam setiap proses yang dijalani.
Di sisi lain, Pembimbing Lapangan PKL Sofyan Ainur Rahman, S.Kom memberikan arahan teknis terkait lingkungan kerja, tata cara pelaksanaan tugas, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama PKL berlangsung. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, komunikasi, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas kerja.
Adapun mahasiswa peserta PKL yakni Nur Hartatik, Ahmad Fauzan Adhiman, dan Syamsul Arifin, turut menyampaikan perkembangan kegiatan yang telah mereka jalani selama beberapa hari pertama. Mereka juga mendiskusikan rencana kegiatan selanjutnya sebagai bagian dari proses pembelajaran di lapangan.
Kepada Detikzone.id, Nur Hartatik menyampaikan bahwa kegiatan PKL ini memberikan banyak pengalaman baru yang tidak diperoleh di bangku perkuliahan. Ia berharap kegiatan dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi pengembangan dirinya ke depan.
Sementara itu, Ahmad Fauzan Adhiman menegaskan bahwa bimbingan yang diberikan sangat membantu dalam memahami dunia kerja secara langsung dan menjadi bekal penting dalam pelaksanaan PKL.
Adapun Syamsul Arifin juga menyampaikan hal serupa, bahwa setiap proses yang dijalani selama PKL menjadi pengalaman berharga yang menambah wawasan dan keterampilan.
Pertemuan tersebut berlangsung komunikatif dengan interaksi dua arah antara mahasiswa, pembimbing lapangan, dan dosen pembimbing. Hal ini menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi agar pelaksanaan PKL semakin terarah dan maksimal.
Dengan adanya bimbingan tersebut, diharapkan seluruh rangkaian PKL dapat berjalan lancar serta memberikan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.








