PAMEKASAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah (STAIFA) Pamekasan. Tiga delegasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sumber Gayam (Surga) berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan di tiga perguruan tinggi berbeda.
Ketiga mahasiswi tersebut adalah Maya Amelia yang dinobatkan sebagai peserta terbaik pada Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) yang digelar LPM Semesta Universitas Madura (Unira), Siska Amelia sebagai peserta terbaik pada Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar (DJTD) di LPM Activita UIN Madura, serta Lailina Faradillah yang meraih predikat peserta terbaik pada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) di Universitas Wiraraja (UNIJA).
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Pembina LPM Surga STAIFA Pamekasan, M. Khairul Umam. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa mahasiswa STAIFA mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di bidang jurnalistik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Barokallah semuanya. Jangan berhenti berkarya, tunjukkan bahwa kalian adalah insan yang berisi dan berkualitas,” ujarnya.
Meski LPM Surga tergolong baru berdiri, Khairul menegaskan pentingnya membangun budaya literasi di lingkungan kampus. Ia juga menekankan bahwa mental pejuang harus menjadi ruh setiap pengurus LPM dalam berkarya.
“Alhamdulillah, mabruk Siska, Maya, dan Dela. Semoga terus berjaya ke depannya. LPM Surga kini ada di tangan kalian. Mewakili Bapak Zainal, Bapak Syarofi, Bapak Kurdi, dan Ibu Istiana selaku pembina sekaligus dosen, kami sangat bangga terhadap pengurus LPM Surga,” tegasnya.
Ketiga mahasiswi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) tersebut memang dikenal aktif dan produktif dalam berbagai kegiatan kampus. Prestasi yang mereka raih diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan budaya literasi dan meningkatkan kualitas jurnalistik di lingkungan STAIFA Pamekasan.
Sementara itu, Pimpinan Umum LPM Surga, Siska Amelia, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Ia berharap prestasi itu menjadi awal untuk terus berkembang dan mengharumkan nama STAIFA melalui karya-karya jurnalistik.
“Jujur saya sangat bangga dan tidak menyangka mereka berkembang secepat ini. Mari terus berproses bersama dan membanggakan STAIFA melalui LPM Surga. Saingan terbesar bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri. Spirit literasi harus terus kita jaga,” ungkapnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, konsistensi berproses, dan budaya literasi mampu melahirkan prestasi. LPM Surga STAIFA Pamekasan pun diharapkan terus menjadi wadah lahirnya jurnalis-jurnalis muda yang kritis, profesional, dan mampu berkontribusi bagi dunia pers mahasiswa maupun masyarakat luas.
Penulis : **








