PAMEKASAN, Sabtu, 4 Juli 2026 – Semangat fastabiqul khairat yang terus digaungkan Bani Insan Peduli (BIP) Foundation kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Lembaga sosial yang dipimpin H. Ali Zainal Abidin itu kembali meresmikan hasil Program Bedah Rumah untuk Ibu Maryani, warga Dusun Rongkarong, Kelurahan Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan.
Peresmian rumah tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi perhatian masyarakat. Momen bahagia itu bahkan disiarkan secara langsung melalui TikTok Live BIP Official, sehingga ribuan masyarakat dapat menyaksikan langsung rangkaian kegiatan kemanusiaan yang digelar BIP Foundation.
Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan kini telah berubah menjadi hunian yang layak, aman, dan nyaman. Bagi keluarga Ibu Maryani, rumah baru itu bukan sekadar tempat berteduh, tetapi menjadi simbol lahirnya harapan baru setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepedulian BIP Foundation tidak berhenti pada pembangunan rumah. Mengingat keluarga Ibu Maryani memiliki seorang anak penyandang disabilitas, BIP Foundation juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si., turut memberikan bantuan untuk membeli sebagian isi rumah agar rumah baru tersebut dapat segera dihuni dengan nyaman.
Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada BIP Foundation yang selama ini dinilai konsisten membantu masyarakat kecil.
Menurutnya, program bedah rumah yang dijalankan BIP Foundation memiliki semangat yang sama dengan program Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang saat ini menargetkan pembangunan 500 rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
“Program BIP Foundation ini sangat luar biasa. Apa yang dilakukan hari ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membangun 500 rumah bagi masyarakat tidak mampu. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dengan BIP Foundation terus terjalin sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang mendapatkan manfaat.
Selain meresmikan rumah layak huni, BIP Foundation juga menggelar rangkaian kegiatan sosial lainnya. Ratusan karung beras dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi kegiatan. Tidak hanya itu, BIP Foundation juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada warga sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban ekonomi mereka.
BIP Foundation juga memberikan santunan kepada lansia dan penyandang disabilitas yang hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana haru pun terlihat saat para penerima manfaat satu per satu menerima bantuan sambil menyampaikan rasa syukur dan doa kepada para dermawan.
Pada hari yang sama, BIP Foundation kembali menghadirkan senyum bagi dunia pendidikan dengan membagikan seragam sekolah kepada ribuan anak yatim, anak dhuafa, dan anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pamekasan sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru.
Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, mengatakan bahwa seluruh program yang dijalankan lahir dari rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus keinginan untuk menjadi jalan kemudahan bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Yang paling berterima kasih itu saya. Yang paling bangga itu saya. Karena Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.
Menurut Ali, memudahkan urusan orang miskin merupakan salah satu amalan yang akan dibalas Allah SWT dengan kemudahan dalam kehidupan.
“Kalau kita memudahkan urusan dan kesulitan orang miskin, insyaallah Allah akan menjamin urusan kita. Karena itu saya selalu mengajak semua pihak untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk Pemerintah Kabupaten Pamekasan, untuk terus menjaga semangat berbagi.
“Doakan saya bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan agar terus istiqamah dalam fastabiqul khairat. Sebab salah satu golongan yang mendapatkan kemuliaan adalah orang-orang yang senang menginfakkan hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit,” tuturnya.
Ali menegaskan, seluruh program yang dijalankan BIP Foundation bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi menjadi ikhtiar menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.
“Kami ingin menjadi sahabat masyarakat. Hadir ketika mereka membutuhkan, menguatkan saat mereka lemah, dan menyalakan harapan ketika keadaan terasa sulit. Semoga Allah menerima semua ikhtiar ini sebagai amal jariyah dan menggerakkan lebih banyak orang untuk ikut peduli,” tutur H. Ali Zainal Abidin.
Muharram 1448 Hijriah menjadi salah satu momentum terbesar dalam perjalanan BIP Foundation. Selain membahagiakan masyarakat melalui program bedah rumah, pembagian ratusan karung beras, bantuan uang tunai, santunan kepada lansia, penyandang disabilitas, serta pembagian seragam sekolah bagi ribuan anak yatim dan dhuafa di Pamekasan, lembaga ini juga menghadirkan berbagai program kemanusiaan berskala besar di berbagai daerah.
Sebelumnya, BIP Foundation menghadirkan program kemanusiaan senilai sekitar Rp2 miliar di Lapas Kelas IIA Pamekasan melalui pembagian ribuan mushaf Al-Qur’an, 700 kasur, bantuan sosial, bantuan tunai, hingga program pemberdayaan ekonomi BIP Farm berupa peternakan ayam petelur, pelatihan kewirausahaan, dan pembinaan keterampilan kerja bagi warga binaan.
Tidak berhenti di situ, BIP Foundation juga sukses menggelar Khitanan Massal Gratis 1.000 Anak yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Madura. Melalui program BIP Tour Jatim, lembaga ini turut menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Lamongan berupa pembangunan masjid, bantuan ambulans, bantuan ternak, penguatan aset yayasan, hingga pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih.
Konsistensi BIP Foundation dalam menjalankan berbagai program sosial menunjukkan bahwa kepedulian yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Bedah rumah, bantuan pendidikan, santunan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan bagi kelompok rentan menjadi bukti bahwa semangat fastabiqul khairat bukan hanya slogan, melainkan diwujudkan melalui aksi yang langsung dirasakan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, para dermawan, dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Sebab, ketika semakin banyak tangan yang tergerak untuk berbagi, yang dibangun bukan hanya rumah dan fasilitas, tetapi juga harapan, martabat, serta masa depan yang lebih baik bagi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.







