FEBI UIN Mataram: FESyar KTI 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di Kawasan Timur Indonesia

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM – Penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat literasi, kolaborasi, dan implementasi ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia.

FESyar KTI 2026 akan berlangsung pada 11–12 Juli 2026 dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah. Penunjukan tersebut dinilai menjadi bentuk kepercayaan atas komitmen NTB dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram, Prof. Dr. Baiq El Badriati, M.E.I., mengatakan FESyar bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan gerakan bersama untuk meningkatkan literasi, inklusi, dan implementasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, berbagai rangkaian kegiatan yang akan digelar, mulai dari seminar nasional dan internasional, forum ilmiah, business matching, kompetisi inovasi, pameran produk halal, penguatan UMKM, bazar ekonomi syariah, pelatihan kewirausahaan, hingga pengembangan ekonomi digital berbasis syariah, diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, pelaku UMKM, pondok pesantren, lembaga keuangan syariah, hingga masyarakat umum.

*”Nusa Tenggara Barat memiliki modal sosial, budaya, dan religiusitas masyarakat yang sangat kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Dengan berbagai potensi tersebut, kami optimistis FESyar KTI 2026 akan menjadi akselerator dalam memperkuat implementasi ekonomi syariah, tidak hanya di NTB tetapi juga di seluruh Kawasan Timur Indonesia,”* ujar Prof. Baiq El Badriati.

Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan FESyar tidak hanya diukur dari suksesnya pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya literasi ekonomi dan keuangan syariah, bertambahnya pelaku UMKM halal yang naik kelas, semakin luasnya akses terhadap layanan keuangan syariah, serta meningkatnya transaksi ekonomi halal.

Prof. Baiq menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah memerlukan sinergi berbagai pihak. Perguruan tinggi berperan menghasilkan riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang unggul, sementara pemerintah, Bank Indonesia, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, komunitas, dan pesantren memiliki peran masing-masing dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

“FESyar KTI 2026 hendaknya menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, pesantren, organisasi masyarakat, dan generasi muda untuk bersama-sama membangun peradaban ekonomi syariah yang semakin kuat. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah festival, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus berlanjut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui implementasi nilai-nilai ekonomi syariah, penguatan sektor riil, serta lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab tantangan ekonomi masa depan,”katanya.

FEBI UIN Mataram juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB atas kepercayaan menjadikan NTB sebagai tuan rumah FESyar KTI 2026. Menurut Prof. Baiq, amanah tersebut semakin memperkuat posisi NTB sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang fokus pada pengembangan ekonomi dan bisnis Islam, FEBI UIN Mataram menyatakan siap terus berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi strategis dengan Bank Indonesia dan berbagai mitra dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
‌
‌Melalui penyelenggaraan FESyar KTI 2026, diharapkan lahir kolaborasi yang berkelanjutan, tumbuhnya wirausaha halal yang inovatif, semakin kuatnya sektor riil berbasis syariah, serta meningkatnya kontribusi ekonomi syariah dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Penulis : Ari

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru