PROBOLINGGO – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat mengamankan target kinerja tahunan. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) internal yang digelar pada Senin (13/7/2026), instansi ini membedah total capaian program Semester I sekaligus menyusun peta jalan perbaikan untuk paruh kedua tahun 2026.
Langkah taktis ini diambil bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan momentum krusial untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mendongkrak mutu pelayanan publik, dan memastikan semua program berjalan presisi di atas rel regulasi.Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi. Agenda ini juga dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat struktural serta aparatur sipil di lingkungan kerja Disporapar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Kepala Disporapar Heri Mulyadi menekankan bahwa fondasi dari kesuksesan program kepemudaan, olahraga, dan pariwisata berakar pada kedisiplinan administratif yang kokoh.”Administrasi yang baik menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan setiap program pembangunan di bidang kepemudaan, olahraga, dan pariwisata. Kita harus membangun tata kelola pemerintahan yang tertib, profesional, dan akuntabel,” tegas Heri di hadapan jajarannya.
Heri juga mengingatkan bahwa seluruh jajaran tidak boleh keluar dari koridor Standar Operasional Prosedur (SOP). Kepatuhan terhadap SOP dinilai menjadi instrumen vital untuk mengunci kualitas pelaksanaan kegiatan agar tetap efektif, efisien, dan taat hukum.”Seluruh program harus dilaksanakan sesuai tata kelola pemerintahan yang baik dan mengacu pada SOP yang berlaku. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan akuntabel,” lanjutnya

Menariknya, rakor kali ini juga menyoroti aspek mitigasi pelayanan publik. Heri menginstruksikan setiap kepala bidang untuk memiliki kepekaan radar yang tinggi dalam mendeteksi potensi hambatan di lapangan sebelum dampaknya merugikan masyarakat.”Setiap bidang perlu mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Solusi harus sudah disiapkan sebelum muncul permasalahan yang berdampak langsung pada masyarakat,” cetus Heri menekankan pentingnya langkah antisipatif.
Melalui komitmen penguatan administrasi, konsistensi SOP, dan strategi mitigasi yang berkelanjutan ini, Disporapar Kabupaten Probolinggo optimis mampu menghadirkan wajah pelayanan publik yang jauh lebih profesional, bertenaga, dan memikat kepercayaan masyarakat luas di sisa tahun anggaran 2026.
Penulis : Moch Solihin







