SUMENEP – Di tengah masih banyaknya mahasiswa yang terancam menghentikan pendidikan karena keterbatasan biaya, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, kembali menunjukkan kepeduliannya. Sosok yang dikenal sebagai salah satu srikandi DPRD Sumenep itu membuktikan bahwa perempuan masa kini tidak hanya mampu berkiprah di dunia politik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masa depan generasi muda.
Melalui program beasiswa yang rutin digulirkan sejak 2022, Nia kembali menyalurkan bantuan kepada 40 mahasiswa dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Talango, dan Batuan.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Ready, di kediaman Nia di Desa Torbang, Kecamatan Batuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Nia, program tersebut lahir dari banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan saat dirinya turun langsung menyerap aspirasi warga.
“Tahun ini ada sekitar 100 mahasiswa yang mendaftar. Setelah melalui proses verifikasi, sebanyak 40 mahasiswa memenuhi persyaratan untuk menerima beasiswa,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep itu menjelaskan, bantuan berasal dari APBD Kabupaten Sumenep melalui program pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD sebagai bentuk komitmen memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Baginya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan Kabupaten Sumenep.
“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban biaya kuliah dan memotivasi para mahasiswa agar terus belajar dengan sungguh-sungguh sehingga kelak menjadi generasi penerus yang membanggakan daerah,” katanya.
Salah seorang penerima beasiswa, Insani Nur Kamilia, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia menyebut beasiswa itu menjadi penyemangat untuk terus melanjutkan pendidikan hingga selesai.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Sumenep, Abd. Rahman Ready, mengingatkan seluruh penerima agar memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.
“Gunakan bantuan ini untuk kebutuhan pendidikan. Jangan sampai dipakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi untuk aktivitas seperti judi online,” tegasnya.
Program beasiswa yang konsisten dijalankan Nia Kurnia Fauzi menjadi bukti bahwa kehadiran seorang wakil rakyat tidak hanya diukur dari pidato di ruang sidang, tetapi juga dari langkah nyata yang mampu membuka jalan harapan bagi generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.







