Tak Sekadar Berobat, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Buktikan Lompatan Mutu Layanan, Kepuasan dan Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Komitmen RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berkualitas terus menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan evaluasi indikator mutu Semester I Tahun 2026, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut berhasil mencatat berbagai capaian positif yang menjadi bukti peningkatan kualitas layanan di hampir seluruh sektor pelayanan.

Publikasi indikator mutu yang mencakup Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2026 itu menjadi bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus bukti bahwa peningkatan pelayanan kesehatan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

Pada Triwulan II atau periode April hingga Juni 2026, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen, menunjukkan konsistensi tenaga medis dalam memberikan pelayanan sesuai standar. Sementara itu, upaya pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap juga mencatat angka kepatuhan tinggi, yakni 95,14 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bidang pelayanan publik, kecepatan penanganan pengaduan masyarakat mencapai 89,76 persen, menandakan setiap keluhan dan masukan pasien ditindaklanjuti secara cepat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepuasan masyarakat.

Indikator mutu prioritas rumah sakit juga menunjukkan performa yang menggembirakan. Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) berada di angka 76,85 persen, sedangkan rata-rata lama perawatan pasien (ALOS) tercatat 5,32 hari, yang mencerminkan efektivitas pelayanan medis.

Di sektor farmasi, rata-rata waktu penyediaan obat racikan hanya 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit. Ketepatan jadwal tindakan operasi pun mencapai 92,67 persen, memperlihatkan pelayanan yang semakin tertata dan tepat waktu.

Capaian tersebut melanjutkan tren positif pada Triwulan I Tahun 2026. Saat itu, kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen, ketepatan pelaporan hasil laboratorium kritis sebesar 93,62 persen, kepatuhan jam visite dokter spesialis 87,45 persen, kepatuhan edukasi kepada pasien 90,17 persen, serta kepatuhan penerapan hand hygiene mencapai 96,34 persen.

Tak hanya itu, indikator laboratorium juga menunjukkan hasil yang baik dengan ketepatan pelaporan hasil pemeriksaan sebesar 92,58 persen, sementara persentase spesimen yang ditolak hanya 1,42 persen.

Prestasi tersebut menjadi kelanjutan dari tren peningkatan mutu pelayanan sejak tahun 2025. Pada Triwulan IV 2025, kepatuhan identifikasi pasien mencapai 95,96 persen, kelengkapan rekam medis 92,14 persen, dan mutu pelayanan farmasi 84,67 persen. Sedangkan pada Triwulan III 2025, kepatuhan penggunaan APD mencapai 98,61 persen, kepatuhan identifikasi pasien 96,79 persen, serta tingkat kepuasan pasien menyentuh 89,35 persen.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, menegaskan bahwa indikator mutu merupakan instrumen penting untuk memastikan pelayanan kesehatan terus berkembang menuju standar yang lebih baik.

“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan serta kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, setiap angka yang dicapai bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dedikasi seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagi kami, setiap langkah menuju mutu yang lebih baik merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Bersama, kita bangun budaya mutu demi pelayanan yang semakin berkualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, evaluasi terhadap seluruh indikator mutu akan terus dilakukan secara rutin agar setiap unit pelayanan mampu melakukan pembenahan berkelanjutan. Dengan demikian, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep semakin siap menghadirkan layanan kesehatan yang aman, profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Penulis : Red

Berita Terkait

Jurus Dinkes Probolinggo Gandeng Dokter Spesialis Demi Lindungi Ibu Hamil Risiko Tinggi
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu
Koperasi Kebanggaan RSUD Sumenep Raih Predikat Sehat, Bukti Profesionalisme Tak Sekadar Slogan
27 Dokter di Probolinggo ‘Digembleng’ 10 Hari di Lawang, Targetkan Eliminasi Total Malaria
Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep
Telah Hadir Layanan Neurorestorasi di Bali
Tak Memandang Jabatan, Dirut RSUD Sumenep dr. Erliyati Beri Penghormatan kepada Pegawai Purna Tugas, Bukti Budaya Saling Menghargai
Tekan Stunting Sejak Remaja, TPPS dan Puskesmas Gending Probolinggo Gelar Edukasi Kesehatan di Pesantren

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 16:24 WIB

DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu

Senin, 20 Juli 2026 - 15:56 WIB

Tak Sekadar Berobat, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Buktikan Lompatan Mutu Layanan, Kepuasan dan Keselamatan Pasien Jadi Prioritas

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:22 WIB

Koperasi Kebanggaan RSUD Sumenep Raih Predikat Sehat, Bukti Profesionalisme Tak Sekadar Slogan

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:06 WIB

27 Dokter di Probolinggo ‘Digembleng’ 10 Hari di Lawang, Targetkan Eliminasi Total Malaria

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:54 WIB

Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep

Berita Terbaru