SUMENEP, Detikzone.id – RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep memasuki babak baru. Berstatus sebagai rumah sakit tipe B, RSUD milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut kini menggeber transformasi pelayanan untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di ujung timur Pulau Madura.
Perubahan status itu tidak hanya menjadi simbol peningkatan kelas rumah sakit. RSUDMA Sumenep terus memperkuat berbagai lini, mulai dari fasilitas kesehatan, sumber daya manusia, layanan spesialis hingga digitalisasi sistem pelayanan.
Targetnya jelas, menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, aman dan mudah diakses masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., menegaskan bahwa 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pelayanan rumah sakit.
“Fokus kami memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan keselamatan pasien,” ujarnya.
Langkah transformasi tersebut semakin strategis setelah RSUDMA Sumenep masuk dalam Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) Tahun 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas rumah sakit dalam menangani penyakit prioritas sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan rujukan ke luar daerah.
Implementasi layanan KJSU tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Tak berhenti pada layanan penyakit prioritas, pengembangan layanan spesialis jantung dan paru juga terus dipersiapkan. Dengan kapasitas sebagai rumah sakit tipe B, RSUDMA diharapkan mampu menangani kasus-kasus yang lebih kompleks sehingga masyarakat Sumenep tidak selalu harus mencari pelayanan medis ke luar daerah.
Kejar Pelayanan Serba Digital
Transformasi juga menyentuh sistem pelayanan. RSUDMA Sumenep mulai mengoptimalkan layanan berbasis digital, termasuk pendaftaran dan pengaturan antrean secara daring.
Salah satunya melalui aplikasi Pra-Booking RSUDMA yang diperuntukkan bagi pasien Poliklinik Onkologi.
Tingginya kebutuhan layanan kesehatan tersebut terlihat dari antrean Poliklinik Onkologi yang dapat memenuhi kuota dalam waktu kurang dari satu menit setelah pendaftaran dibuka.
Aplikasi tersebut telah digunakan ribuan pasien dan dirancang untuk membantu masyarakat mengatur jadwal pemeriksaan sekaligus mengurangi waktu tunggu saat berada di rumah sakit.
Dengan sistem tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengurus pendaftaran dan antrean pelayanan.
Budaya Mutu Terus Diperkuat
Selain mengejar kecepatan dan kemudahan pelayanan, RSUDMA Sumenep juga memperkuat budaya mutu di lingkungan rumah sakit.
Menjelang akreditasi rumah sakit 2026, manajemen melakukan evaluasi kesiapan ruangan sebagai bagian dari upaya memastikan setiap unit pelayanan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Hasil evaluasi mutu Semester I 2026 menunjukkan mayoritas indikator pelayanan telah berada di atas 90 persen.
Pada Triwulan II 2026, misalnya, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Sementara indikator pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap mencapai 95,14 persen.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa transformasi RSUDMA Sumenep tidak hanya menyentuh pembangunan fisik dan penambahan fasilitas, tetapi juga menyasar sistem pelayanan, keselamatan pasien serta budaya kerja.
Dengan mengusung tagline “Bismillah Melayani”, RSUDMA Sumenep kini menghadapi tantangan yang lebih besar.
Status sebagai rumah sakit tipe B harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Jika seluruh agenda transformasi berjalan sesuai target, RSUDMA Sumenep tidak hanya menjadi rumah sakit rujukan bagi warga Kabupaten Sumenep, tetapi juga berpeluang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat layanan kesehatan penting di kawasan Madura Timur.
Penulis : Red







