“Ibu Kesehatan” Sumenep Turun Langsung Temui Pasien di RSUD, Pastikan Beri Pelayanan Terbaik hingga Sembuh Total

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Erliyanti, M.Kes., turun langsung menemui dan memberikan motivasi kepada pasien di ruang perawatan. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUDMA menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis, responsif, dan terbaik bagi masyarakat.

Ket Foto: Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Erliyanti, M.Kes., turun langsung menemui dan memberikan motivasi kepada pasien di ruang perawatan. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUDMA menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis, responsif, dan terbaik bagi masyarakat.

SUMENEP, Detikzone.id, Jumat (14/8/2026) – Julukan “Ibu Kesehatan” Sumenep yang disematkan kepada Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA), dr. Erliyanti, M.Kes., bukan sekadar panggilan tanpa makna.

Di tengah kesibukannya memimpin rumah sakit, dr. Erliyanti kerap turun langsung menemui pasien. Ia menyempatkan diri menyapa, mendengar keluhan, memberikan motivasi hingga memastikan pelayanan yang diterima pasien berjalan dengan baik.

Bagi sebagian pasien, kehadiran pimpinan rumah sakit secara langsung di ruang perawatan bukan sekadar kunjungan. Ada rasa tenang dan harapan yang tumbuh ketika pasien mendapat perhatian langsung dari orang yang berada di balik pengelolaan rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu kembali dibuktikan beberapa hari lalu. Dirut RSUDMA bersama jajaran turun langsung menemui pasien yang sedang menjalani perawatan. Ia menyapa pasien, memberikan semangat serta memastikan proses pelayanan berjalan sesuai standar.

Sikap tersebut menjadi bagian dari komitmen manajemen RSUDMA untuk membangun pelayanan yang tidak hanya mengandalkan sistem, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan.

Turun Langsung, Pastikan Pasien Tak Merasa Sendiri

Dr. Erliyanti mengatakan, pasien merupakan prioritas utama dalam setiap pelayanan rumah sakit. Karena itu, dirinya bersama jajaran berupaya memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang aman, cepat, ramah dan responsif.

Menurutnya, seorang pasien tidak hanya membutuhkan obat dan tindakan medis, tetapi juga membutuhkan perhatian, motivasi serta rasa aman selama menjalani proses pengobatan.

“Pasien adalah bagian penting dari pelayanan kami. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik dan merasa nyaman selama menjalani perawatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya terus mendorong seluruh jajaran RSUDMA agar memberikan pelayanan secara humanis dan profesional.

Kehadiran dirinya di tengah pasien, kata dia, juga menjadi sarana untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan sekaligus mendengarkan masukan dari masyarakat.

“Kalau ada keluhan atau hal yang perlu diperbaiki, kami ingin mengetahuinya secara langsung. Dengan begitu, pelayanan bisa terus kami evaluasi dan tingkatkan,” tegasnya.

Pihaknya berharap seluruh pasien yang menjalani perawatan di RSUDMA dapat memperoleh pelayanan maksimal hingga kondisi kesehatannya membaik.

“Kami berharap pasien cepat diberikan kesembuhan. Selama menjalani perawatan di sini, kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik,” harapnya.

Empat Hari Dirawat, Pasien Asal Kacongan Beri Apresiasi

Komitmen pelayanan tersebut juga dirasakan salah seorang pasien RSUDMA asal Kacongan, Sumenep, yang menjalani perawatan selama empat hari.

Pasien tersebut mengaku mendapatkan pelayanan yang baik sejak berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga menjalani perawatan di ruang rawat inap.

Selama empat hari menjalani perawatan, ia menilai petugas memberikan pelayanan yang responsif dan memperlakukan pasien dengan baik.

“Alhamdulillah, selama empat hari dirawat di sini, pelayanan yang kami terima baik. Mulai dari IGD sampai ruang perawatan, petugas cukup responsif,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan rumah sakit tidak hanya diukur dari fasilitas dan teknologi, tetapi juga dari bagaimana pasien diperlakukan selama berada di dalamnya.

Transformasi RSUDMA Terus Digeber

Langkah turun langsung menemui pasien tersebut berjalan seiring dengan transformasi pelayanan yang tengah dikebut RSUDMA Sumenep setelah berstatus sebagai rumah sakit tipe B.

RSUDMA terus memperkuat berbagai lini pelayanan, mulai dari fasilitas kesehatan, sumber daya manusia, layanan spesialis hingga digitalisasi sistem pelayanan.

Direktur RSUDMA sebelumnya menegaskan bahwa 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pelayanan rumah sakit.

“Fokus kami memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan keselamatan pasien,” ujarnya.

Transformasi tersebut semakin strategis setelah RSUDMA masuk dalam Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) Tahun 2026. Implementasi layanan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Pengembangan layanan spesialis jantung dan paru juga terus dipersiapkan. Dengan status rumah sakit tipe B, RSUDMA diharapkan mampu menangani kasus-kasus yang lebih kompleks sehingga masyarakat Sumenep tidak selalu harus mencari pelayanan medis ke luar daerah.

Di sisi lain, sistem pelayanan berbasis digital terus diperkuat. Salah satunya melalui aplikasi Pra-Booking RSUDMA untuk pasien Poliklinik Onkologi.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut tergambar dari kuota antrean Poliklinik Onkologi yang dapat terpenuhi dalam waktu kurang dari satu menit setelah pendaftaran dibuka.

Dari sisi mutu, hasil evaluasi Semester I 2026 juga menunjukkan mayoritas indikator pelayanan berada di atas 90 persen. Pada Triwulan II, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen, sedangkan pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap mencapai 95,14 persen.

Dengan tagline “Bismillah Melayani”, RSUDMA Sumenep kini tidak hanya dituntut memiliki fasilitas dan status rumah sakit yang lebih tinggi, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Sebab, bagi pasien, kesembuhan bukan hanya tentang obat dan tindakan medis. Sapaan, perhatian, pelayanan yang responsif dan rasa aman juga menjadi bagian penting dari perjalanan menuju kesembuhan.

Berita Terkait

Dibanjiri Ratusan Pasien Setiap Hari, RSUDMA Sumenep Dibawah Kepemimpinan Dr. Erliyati Terus Pacu Mutu dan Pelayanan di Era Tipe B
RSUDMA Sumenep Tak Mau Sekadar Jadi Tipe B, Transformasi Layanan Terus Digeber
Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tertangani Optimal, Wabup Sumenep Turun Langsung ke Rumah Sakit
Perkuat Layanan Lansia, Dinkes Probolinggo Gembleng 30 Nakes di Malang
Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep
Setiap Tahun, Unitomo Konsisten Satukan Ratusan Pecinta Lari di Surabaya
Jurus Dinkes Probolinggo Gandeng Dokter Spesialis Demi Lindungi Ibu Hamil Risiko Tinggi
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Dibanjiri Ratusan Pasien Setiap Hari, RSUDMA Sumenep Dibawah Kepemimpinan Dr. Erliyati Terus Pacu Mutu dan Pelayanan di Era Tipe B

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:54 WIB

“Ibu Kesehatan” Sumenep Turun Langsung Temui Pasien di RSUD, Pastikan Beri Pelayanan Terbaik hingga Sembuh Total

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

RSUDMA Sumenep Tak Mau Sekadar Jadi Tipe B, Transformasi Layanan Terus Digeber

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tertangani Optimal, Wabup Sumenep Turun Langsung ke Rumah Sakit

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Layanan Lansia, Dinkes Probolinggo Gembleng 30 Nakes di Malang

Berita Terbaru