Dibanjiri Ratusan Pasien Setiap Hari, RSUDMA Sumenep Dibawah Kepemimpinan Dr. Erliyati Terus Pacu Mutu dan Pelayanan di Era Tipe B

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto: Aktivitas pelayanan pasien di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep. Setiap hari, lebih dari 300 pasien rawat jalan mendapatkan layanan kesehatan, menjadi salah satu gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah tersebut.

Ket Foto: Aktivitas pelayanan pasien di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep. Setiap hari, lebih dari 300 pasien rawat jalan mendapatkan layanan kesehatan, menjadi salah satu gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah tersebut.

SUMENEP, Detikzone.id – Aktivitas pelayanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus bergerak dari pagi hingga sore. Ruang pelayanan, poliklinik hingga berbagai unit kesehatan dipenuhi aktivitas tenaga medis dan pasien yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Setiap harinya, lebih dari 300 pasien rawat jalan mendapatkan pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut.

Data pada laman resmi RSUDMA Sumenep per 13 Agustus 2026 mencatat rata-rata volume pelayanan pasien rawat jalan mencapai lebih dari 300 pasien per hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka tersebut bukan sekadar deretan statistik. Di baliknya terdapat ribuan masyarakat yang mempercayakan kebutuhan kesehatannya kepada RSUDMA Sumenep.

Kepercayaan itu sekaligus menjadi gambaran bahwa RSUDMA memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat layanan kesehatan masyarakat di ujung timur Pulau Madura.

Dirut Tak Sekadar Memimpin, Turun Memastikan Pelayanan

Di balik geliat pelayanan tersebut, terdapat kerja panjang jajaran RSUDMA di bawah kepemimpinan Direktur dr. Erliyanti, M.Kes.

Sebagai pimpinan rumah sakit, dr. Erliyanti tidak hanya fokus pada pengembangan fasilitas dan sistem pelayanan. Ia juga dikenal aktif turun langsung memantau kondisi pelayanan dan menemui pasien.

Kehadiran Dirut di tengah pasien menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan tidak berhenti pada aturan dan prosedur, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.

Pasien didorong mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, ramah dan humanis, sementara jajaran rumah sakit terus diarahkan untuk memberikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab.

Dr. Erliyanti sebelumnya menegaskan bahwa 2026 menjadi momentum penting bagi RSUDMA untuk memperkuat kualitas pelayanan.

“Fokus kami memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan keselamatan pasien,” ujarnya.

Komitmen tersebut menjadi salah satu fondasi RSUDMA dalam menghadapi tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Bukan Hanya Melayani, RSUDMA Terus Berbenah

Di bawah kepemimpinan dr. Erliyanti, penguatan pelayanan dilakukan secara bertahap dan menyentuh berbagai sektor.

Mulai dari peningkatan sumber daya manusia, penguatan fasilitas medis, pengembangan layanan spesialis hingga pemanfaatan teknologi terus dilakukan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah diakses masyarakat.

Transformasi tersebut semakin kuat setelah RSUDMA Sumenep berstatus sebagai rumah sakit tipe B.

Status tersebut membuka ruang yang lebih besar bagi RSUDMA untuk menangani kasus-kasus kesehatan yang lebih kompleks sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan di Sumenep.

RSUDMA juga masuk dalam Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) Tahun 2026, dengan implementasi layanan ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Pengembangan layanan spesialis jantung dan paru juga terus dipersiapkan.

Semua langkah tersebut diarahkan pada satu tujuan: agar masyarakat Sumenep semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus selalu keluar daerah.

Pelayanan Digital, Antrean Makin Mudah

Transformasi pelayanan juga menyentuh sistem digital.

RSUDMA terus mengoptimalkan pendaftaran dan pengaturan antrean secara daring, salah satunya melalui aplikasi Pra-Booking RSUDMA untuk pasien Poliklinik Onkologi.

Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut terlihat dari kuota antrean Poliklinik Onkologi yang dapat terpenuhi dalam waktu kurang dari satu menit setelah pendaftaran dibuka.

Aplikasi tersebut telah dimanfaatkan ribuan pasien untuk membantu mengatur jadwal pemeriksaan sekaligus mengurangi waktu tunggu.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa RSUDMA tidak hanya mengejar peningkatan jumlah layanan, tetapi juga berupaya membuat akses pelayanan semakin praktis bagi masyarakat.

Mutu Jadi Komitmen

Penguatan mutu juga terus dilakukan.

Menjelang akreditasi rumah sakit 2026, manajemen melakukan evaluasi kesiapan berbagai ruangan dan unit pelayanan untuk memastikan standar pelayanan terus terjaga.

Hasil evaluasi mutu Semester I 2026 menunjukkan mayoritas indikator pelayanan berada di atas 90 persen.

Pada Triwulan II 2026, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen, sedangkan pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap mencapai 95,14 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa transformasi RSUDMA tidak hanya berbicara mengenai fasilitas, tetapi juga menyangkut sistem, keselamatan pasien dan budaya mutu.

300 Pasien, 300 Lebih Kepercayaan

Lebih dari 300 pasien yang dilayani setiap hari pada akhirnya bukan sekadar angka.

Setiap pasien datang membawa harapan. Ada yang ingin mendapatkan diagnosis, pengobatan, perawatan, konsultasi hingga sekadar memastikan kondisi kesehatannya.

Dan di situlah peran RSUDMA menjadi penting.

Dengan tagline “Bismillah Melayani”, dr. Erliyanti bersama seluruh jajaran terus mendorong agar rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pasien mendapatkan tindakan medis, tetapi juga tempat masyarakat memperoleh rasa aman, perhatian dan pelayanan yang manusiawi.

Tingginya jumlah pasien justru menjadi cermin besarnya kepercayaan masyarakat yang harus dijaga.

Di bawah kepemimpinan dr. Erliyanti, RSUDMA Sumenep terus bergerak memperkuat pelayanan, meningkatkan mutu dan menghadirkan berbagai inovasi.

Bukan sekadar mengejar rumah sakit tipe B, tetapi membuktikan bahwa peningkatan status harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Berita Terkait

“Ibu Kesehatan” Sumenep Turun Langsung Temui Pasien di RSUD, Pastikan Beri Pelayanan Terbaik hingga Sembuh Total
RSUDMA Sumenep Tak Mau Sekadar Jadi Tipe B, Transformasi Layanan Terus Digeber
Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tertangani Optimal, Wabup Sumenep Turun Langsung ke Rumah Sakit
Perkuat Layanan Lansia, Dinkes Probolinggo Gembleng 30 Nakes di Malang
Grand Opening Arinna Hidayah Salon & SPA Berlangsung Meriah, Siap Menjadi Destinasi Kecantikan Favorit di Sumenep
Setiap Tahun, Unitomo Konsisten Satukan Ratusan Pecinta Lari di Surabaya
Jurus Dinkes Probolinggo Gandeng Dokter Spesialis Demi Lindungi Ibu Hamil Risiko Tinggi
DBHCHT Jadi Penopang Layanan Kesehatan, Pemkab Situbondo Gelontorkan Rp26,24 Miliar untuk Jaminan Kesehatan dan Kader Posyandu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Dibanjiri Ratusan Pasien Setiap Hari, RSUDMA Sumenep Dibawah Kepemimpinan Dr. Erliyati Terus Pacu Mutu dan Pelayanan di Era Tipe B

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:54 WIB

“Ibu Kesehatan” Sumenep Turun Langsung Temui Pasien di RSUD, Pastikan Beri Pelayanan Terbaik hingga Sembuh Total

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

RSUDMA Sumenep Tak Mau Sekadar Jadi Tipe B, Transformasi Layanan Terus Digeber

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Pastikan Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Tertangani Optimal, Wabup Sumenep Turun Langsung ke Rumah Sakit

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Layanan Lansia, Dinkes Probolinggo Gembleng 30 Nakes di Malang

Berita Terbaru