Wabup Sumenep Dorong UMKM Manfaatkan MNV 2026 untuk Perluas Pasar Produk Lokal

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Detikzone.id — Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, SH., MH., mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan gelaran Madura Night Vaganza (MNV) 2026 sebagai ruang promosi untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk lokal.

Menurutnya, MNV 2026 tidak hanya menjadi ruang hiburan dan pergelaran seni budaya, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Beragam produk lokal ditampilkan dalam stan pameran pembangunan, mulai dari kuliner, kerajinan, produk kreatif, hingga berbagai produk unggulan UMKM Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Vaganza Night Festival memiliki nilai strategis untuk membuka kesempatan bagi UMKM memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat,” kata Wabup KH. Imam Hasyim.

Ia menilai, keberadaan stan UMKM dalam rangkaian MNV 2026 memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengenalkan produk yang mereka hasilkan.

“Festival seperti ini menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya melalui ruang promosi bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Wabup menegaskan, kesempatan promosi tersebut hendaknya tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar transaksi selama kegiatan berlangsung. Pelaku UMKM perlu menjadikan momentum tersebut sebagai upaya membangun pasar dan memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.

Karena itu, kualitas produk menjadi hal yang perlu terus diperkuat. Inovasi, desain, serta kemasan dinilai memiliki peran penting agar produk lokal semakin menarik dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Pelaku UMKM harus terus meningkatkan kualitas produk, melakukan inovasi, dan memperbaiki kemasan agar semakin mampu bersaing,” ungkap KH. Imam Hasyim.

Selain kualitas produk, kemampuan pemasaran juga menjadi faktor penting dalam pengembangan UMKM. Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat, pelaku usaha didorong memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Di era digital, pelaku UMKM hendaknya memanfaatkan pemasaran digital agar produknya mampu menjangkau konsumen yang lebih luas,” jelasnya.

Pemkab Sumenep, lanjutnya, mengapresiasi kreativitas dan semangat para pelaku UMKM yang terus menghadirkan produk baru. Kreativitas tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin terbuka.

“Kami mengapresiasi kreativitas dan semangat para pelaku UMKM yang terus berinovasi menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing,” tuturnya.

Madura Night Vaganza 2026 digelar mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026 di kawasan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan berbagai program dan inovasi perangkat daerah, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM serta komunitas kreatif untuk bertemu dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Madura Night Vaganza menjadi wadah promosi dan ruang interaksi masyarakat, UMKM, serta komunitas kreatif untuk memperkuat potensi lokal,” ujarnya.

Kehadiran UMKM dalam MNV 2026 diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pelaku usaha. Promosi yang dilakukan selama kegiatan diharapkan mampu membuka peluang pasar baru dan memperluas jaringan konsumen setelah pameran berakhir.

Bagi Kabupaten Sumenep, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Produk-produk daerah diharapkan tidak hanya dikenal oleh masyarakat Sumenep, tetapi juga mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan penguatan kualitas, inovasi produk, kemasan yang menarik, serta pemanfaatan pemasaran digital, UMKM Sumenep dinilai memiliki peluang semakin besar untuk meningkatkan daya saing hingga menembus pasar nasional.

 

Berita Terkait

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital
Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya
Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit
Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital
Menembus Batas Digital: RT-RW Kota Probolinggo Jadi Ujung Tombak Perlindungan Sosial
Transparansi Dipertanyakan, Belanja Toko Daring UPT PPP Muncar Banyuwangi Tanpa Kode RUP Jadi Sorotan
Dinas PUPR Kota Kediri Layangkan Surat Klarifikasi Legalitas Rumah Makan Soto Mantenan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:24 WIB

UKW Dewan Pers di Surabaya Tuntas, Wartawan Didorong Makin Profesional di Era Digital

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Aroma Kejanggalan Proyek Pengadaan Langsung Dikdaya Probolinggo, Jawaban Normatif Kadikdaya Picu Tanda Tanya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Pelaksanaan UKW Dewan Pers dan LUKW Unitomo Surabaya Sukses, 29 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Gempur Stunting, Dinkes Probolinggo Satukan Barisan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Kominfo Jatim Luncurkan “PERISAI ANAK”, Inovasi Bentengi Generasi Muda di Ruang Digital

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Diduga Edarkan Sabu di Talango Sumenep, 2 Pria Diciduk

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:10 WIB