Pemalang – Semangat Bulan Bahasa dan Sastra di SMP Negeri 1 Petarukan semakin semarak setelah Keizha Aufarizky Febriyansyah dan Panji Sastro sukses membawa pulang prestasi dari ajang yang mereka ikuti, pada dua Ajang lomba yang berbeda, Untuk Panji Satrio ikut lomba pidato, MAPSI yg diadakan oleh Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang, tanggal 30 September 2026 di SMP N 2 Pemalang,
Sedangkan Keizha ikut lomba bercerita, Lomba Bulan Bahasa yg diadakan oleh MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Pemalang, tanggal 5 Oktober 2026 di SMP 2 Pemalang
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua capaian tersebut sekaligus menjadi kado istimewa bagi SMP Negeri 1 Petarukan dalam momentum Bulan Bahasa dan Sastra.

Bukan sekadar soal piala, keberhasilan keduanya menjadi bukti bahwa panggung bahasa, sastra, dan kemampuan berbicara mampu melahirkan generasi pelajar yang berani tampil dan percaya diri menunjukkan bakatnya.
Bulan Bahasa dan Sastra yang diperingati setiap Oktober memang menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia maupun bahasa daerah. Peringatan tersebut juga berkaitan erat dengan semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, ketika bahasa Indonesia diikrarkan sebagai bahasa persatuan.
Di tengah momentum tersebut, prestasi Keizha dan Panji menjadi perhatian tersendiri. Keduanya mampu menunjukkan kemampuan masing-masing melalui bidang yang berbeda.
Keizha tampil melalui kemampuan bercerita, sementara Panji menunjukkan kepiawaiannya dalam pidato MAPSI Putra. Dua bidang berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan keberanian, penguasaan materi, kemampuan berbicara, dan rasa percaya diri.
Kepala SMP Negeri 1 Petarukan, Purwaningsih, S.Pd., M.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas capaian kedua siswa tersebut.
*”Dua siswa, dua juara ini tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Prestasi Keizha dan Panji membuktikan bahwa anak-anak SMP Negeri 1 Petarukan memiliki potensi yang luar biasa ketika diberikan kesempatan untuk berkembang dan berani tampil,”* ujar Purwaningsih , pada Selasa ( 6/10 ).
Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti pada dua nama. Menurutnya, keberhasilan Keizha dan Panji harus menjadi pemantik semangat bagi siswa lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi.
*”Kami ingin prestasi ini menjadi motivasi. Jangan takut bermimpi dan jangan takut mencoba. Sekolah akan terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, baik di bidang akademik maupun nonakademik,”* ujarnya.
Bagi keluarga besar SMP Negeri 1 Petarukan, torehan dua kejuaraan tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan keberanian tampil dapat menghasilkan prestasi.
Dua siswa. Dua panggung. Dua kejuaraan.
Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini pun menjadi momentum manis bagi SMP Negeri 1 Petarukan untuk terus menyalakan semangat siswa dalam berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama sekolah. *( Ragil)*







