PROBOLINGGO — Pemerintah Kota (Pemkot Probolinggo) terus mendorong generasi muda untuk melirik sektor perikanan sebagai peluang usaha mandiri yang menjanjikan. Langkah konkret tersebut diwujudkan lewat Pelatihan Kewirausahaan Budidaya Ikan dalam rangka Regenerasi Pembudidaya Ikan yang dipusatkan di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pakistaji, Selasa (13/10/2026).
Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, membuka langsung kegiatan yang diikuti oleh 50 pemuda dari unsur Karang Taruna (Kelurahan Jrebeng Wetan, Curah Grinting, dan Sumber Taman) ini. Dalam arahannya, Ina menekankan bahwa budidaya ikan air tawar—seperti lele, nila, dan gurami—tidak harus dimulai dari lahan yang luas, melainkan bisa dikembangkan di lingkungan rumah.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap generasi muda tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan kerja melalui usaha budidaya ikan,” ungkap Ina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mendorong para peserta agar tidak berhenti pada penjualan ikan segar saja. Hasil budidaya dinilai sangat potensial untuk diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti fillet, keripik, hingga abon ikan, serta terhubung dengan jejaring pemasaran strategis seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP Kota Probolinggo) Fitriawati menambahkan, program regenerasi ini dibarengi dengan pemberian stimulus modal awal. Masing-masing peserta mendapatkan paket sarana budidaya berupa satu kolam terpal, 100 kg pakan ikan, obat-obatan, serta 2.000 ekor benih ikan nila.
Pemilihan lokasi di KKMP Pakistaji sendiri bukan tanpa alasan. Koperasi tersebut terbukti sukses mengelola 24 kolam terpal lele dengan catatan omzet mencapai Rp63,5 juta dalam satu siklus (empat bulan). Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KKMP Pakistaji dan SPPG Kanigaran 01 sebagai jaminan serapan pasar produk lokal.
Penulis : Moch Solihin







