Pemalang – Upaya mencegah konflik sosial dan menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diperkuat melalui kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) Cegah Konflik Sosial yang digelar di Aula Oerip Sumoharjo Kodim 0711/Pemalang, Senin (19/10).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 15.45 WIB tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai narasumber, Letkol Inf Ratno dari Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat (Pusintelad), Kapten Inf Suprapto selaku Pasi Intel Kodim 0711/Pemalang, serta Drs. Djoko Ngatmo, SE., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pemalang.
Pembinaan ini menitikberatkan pada penguatan wawasan kebangsaan, bela negara, serta peran aktif masyarakat dalam mengidentifikasi dan mencegah potensi konflik sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dalam sambutan Asisten Intelijen Kasad yang dibacakan Letkol Inf Ratno, ditegaskan bahwa konflik sosial dapat mengganggu stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta persatuan dan kesatuan bangsa.
Sejumlah faktor yang berpotensi memicu konflik di antaranya perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan, kesenjangan sosial-ekonomi, perbedaan kepentingan, penyebaran berita bohong, hingga provokasi yang memperkeruh hubungan antarkelompok masyarakat.
Konflik, menurut materi yang disampaikan, tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Persoalan kecil yang tidak segera diselesaikan dapat berkembang menjadi konflik lebih besar apabila disertai kesalahpahaman, provokasi, dan minimnya komunikasi.
Karena itu, deteksi dini, komunikasi terbuka, dialog, serta penyelesaian masalah melalui musyawarah dan mediasi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Penanganan konflik sosial juga memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Regulasi tersebut mencakup upaya pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pascakonflik dengan melibatkan pemerintah serta seluruh komponen masyarakat.
Sementara itu, Kapten Inf Suprapto menyampaikan materi tentang bela negara, sedangkan Djoko Ngatmo mengulas peran masyarakat dalam mencegah konflik sosial di lingkungan masing-masing.
Dalam sambutan Dandim 0711/Pemalang yang diwakili Kapten Inf Suprapto, disampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai bela negara sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat.
Suprapto juga menjelaskan bahwa kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial tersebut merupakan program Pusintelad, bukan program yang secara khusus diselenggarakan oleh Kodim 0711/Pemalang.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengenali potensi kerawanan di lingkungannya, membangun komunikasi lintas kelompok, serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan unsur pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Dengan sinergi seluruh elemen, upaya menjaga keamanan dan ketenteraman di Kabupaten Pemalang diharapkan tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Pencegahan sejak dini, keterbukaan komunikasi, dan penyelesaian masalah secara damai menjadi langkah penting untuk mewujudkan Pemalang yang aman, harmonis, dan kondusif. ( Ragil).







