Pemko Bukittinggi Berupaya Mewujudkan Bukittinggi Bersih

Kamis, 29 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Sumbar — Pemerintah Kota Bukittinggi terus berupaya untuk menjadikan kota kelahiran Sang Proklamator Mohammad Hatta ini menjadi kota yang bersih.

Hal ini dibuktikan dengan akan dibangunnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) termal dengan teknologi pirolisis. Dimana sebelumnya sampah Kota Bukittinggi sekitar 100 sampai 120 ton sampah per hari yang dikirim ke TPA regional Aia Dingin Kota Padang semenjak TPA regional Payakumbuh longsor.

Dinas Lingkungan Hidup dibawah kepemimpinan Aldiasnur, terus berupaya mewujudkan Bukittinggi Hebat didalam hal Kebersihan demi terwujudnya kota yang bersih, asri dan nyaman, baik bagi warga kota maupun pengunjung lokal, nasional maupun mancanegara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan pembersihan destinasi-destinasi wisata seperti jam gadang, tetap di kelola dengan baik sepanjang hari. Begitupun dengan taman-taman kota, dilakukan penyemprotan dan pembersihannya. Termasuk pemangkasan dan penebangan pohon-pohon yang diduga akan membahayakan para pejalan kaki maupun pengendara.

Begitupun dengan kegiatan saban hari dalam pengumpulan sampah-sampah rumah tangga warga kota. Dimana berdasarkan informasi dari DLH Kota Bukittinggi ada sebanyak 38 unit becak motor, 12 unit mobil sampah L-300 pick up dan 18 unit mobil sampah dump truk. Dimana masing-masing unit telah diberi nomor dengan rute tertentu pula.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)

Pada tanggal 1 Agustus 2024, Walikota Bukittinggi, Erman Safar bersama sejumlah SKPD meninjau lokasi pembangunan TPST yang berada di kawasan kantor Dinas Lingkungan Hidup.

“Pembangunan TPST ini telah direncanakan pada 2023 lalu oleh Dinas Lingkungan Hidup. Melalui TPST ini, Bukittinggi dapat mengolah secara mandiri, sampah anorganik sekitar 40 ton per harinya,” terang walikota pada saat itu.

Selain pembangunan TPST ini, Wako juga berharap agar masyarakat meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemilahan serta pengolahan sampah organik secara mandiri. Dengan langkah itu, tentu volume sampah yang dihasilkan dan harus dibuang ke TPA semakin dapat diminimalisir. Lanjut Erman Safar.

Baru-baru ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai optimalisasi peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah. (23/8/24).

Acara FGD ini diselenggarakan di aula kantor DLH Kota Bukittinggi, yang dihadiri oleh para pengelola bank sampah, pengelola rumah maggot, dan pengelola rumah kompos.

“Gaya hidup masyarakat yang cenderung konsumtif membuat produksi sampah meningkat, termasuk di Bukittinggi. Kita berupaya mengurangi jumlah sampah itu dengan pengolahan yang sederhana,” ujar kepala Bapelitbang Sumbar, Drs. Youlius Honesty, M.Si.

Pengolahan sampah sederhana yang dibahas dalam FGD ini fokus pada sampah rumah tangga yang tergolong sampah organik. Sampah jenis ini dapat diolah menjadi pupuk melalui proses yang sederhana.

Salah satu solusi yang disampaikan oleh Asrar Fernando adalah penggunaan alat Solar Vio Digester untuk membantu pengolahan sampah rumah tangga, sehingga beban sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan.

Tujuan utama diadakannya FGD ini adalah untuk mengolah sampah rumah tangga sehingga tidak menambah jumlah produksi sampah harian di Kota Bukittinggi yang kini mencapai lebih dari 100 ton per hari, terang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah LB3PK Kota Bukittinggi, Asrar Fernando, S.Kom, M.Kom.

 

Penulis : Iing Chaiang

Berita Terkait

Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep
GERBANG KAMPUS BUKAN UNTUK YANG BERKUASA: Seruan Keras Tolak Surat Sakti, Titipan Pejabat, dan Uang dalam Seleksi Mahasiswa Baru
Satu Sosok Dua Amanah: Pimred Teropong Reformasi Sekaligus Ketua DPW PERADMI JatimTegaskan Komitmen Kawal Pers dan Hukum
Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga
Pemerintah Desa Ngeni Blitar Salurkan BLT DD kepada 10 KPM Secara Door to Door
PWRI Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik Gratis untuk Umum
Tiga Kades di Situbondo Dinonaktifkan Usai Dugaan Korupsi Dana Desa Miliaran Rupiah, Pemkab Ambil Langkah Tegas
CV Ayunda Permata Sejahtera Binaan BC Madura Terlibat dalam Pengelolaan Lahan Produktif Lapas Pamekasan, Dorong Transformasi Pembinaan Warga Binaan

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:15 WIB

Menata Kota, Menjaga Masa Depan: Di Era Bupati Fauzi, Gerakan Jumat Bersih Terus Mengakar Jadi Budaya ASN Sumenep

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:44 WIB

Satu Sosok Dua Amanah: Pimred Teropong Reformasi Sekaligus Ketua DPW PERADMI JatimTegaskan Komitmen Kawal Pers dan Hukum

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:27 WIB

Libur Panjang Tak Longgarkan Kesiapsiagaan, Layanan 112 Sumenep Tetap Siaga 24 Jam Demi Keselamatan Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:05 WIB

Pemerintah Desa Ngeni Blitar Salurkan BLT DD kepada 10 KPM Secara Door to Door

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:22 WIB

PWRI Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik Gratis untuk Umum

Berita Terbaru

Suasana live musik akustik di Arinna Cafe & Resto Sumenep yang berlangsung setiap malam mingguan. Alunan musik, pelayanan ramah, menu kuliner beragam, fasilitas ruang VIP, serta area bermain anak menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.

EKONOMI

Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB