Gadis 23 Tahun Asal Batang-Batang Opname 9 Hari Akibat Dikeroyok Suhaniya CS, Sang Kakak Lapor Polisi

Sabtu, 1 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Korban pengeroyokan

Foto: Korban pengeroyokan

Sumenep, Detikzone.id- Seorang gadis bernama Siti Fadilah (23) telah menjadi korban pengeroyokan oleh 3 orang pelaku bernama Suhaniya, Anna Yuliantini alias Aan dan Suhartini alias Tini.

Korban sempat opname atau dirawat inap di Puskesmas Batang-Batang selama 2 hari, kemudian selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget sampai dengan sekarang.

Pengeroyokan itu terjadi pada hari Kamis, tanggal 23 Mei 2024, sekitar jam 07.00 wib, di rumah Suhaniya di Dusun Jungjang RT.01 RW.06 Desa Batang-Batang Laok Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat pengeroyokan itu, korban yang masih berusia 23 tahun mengalami lebam pada bawa lutut sebelah kiri, bengkak pada dahi sebelah kanan, sakit kepala bagian atas dan robek pada bagian bibir hingga mengeluarkan darah dan selanjutnya korban tidak sadarkan diri alias pingsan.

Terkait dugaan pengeroyokan tersebut, Polsek Batang-Batang telah menerima laporan dari Susilawati yang merupakan saudara kandung Siti Fadilah.

Laporan itu dibuat pada hari Jumat, 31 Mei 2024 sebagaimana Laporan Polisi Nomor :    STPL/05/V/2024/JATIM/RESSMP/SEKBTBT.

“Iya mas sudah saya laporkan ke Polsek Batang-Batang soalnya adik saya sejak kejadian pengeroyokan itu sampai sekarang masih opname di rumah sakit RSI Kalianget,” ujar Susilawati.

Ia menyebut, salah satu terduga pelaku pengeroyokan terhadap adiknya itu ada yang tunanetra.

“Salah satu pelakunya ada yang tunanetra mas, namanya Suhaniya,” sebutnya.

Menurut dia, adik kandungnya itu dipegang tangan kirinya oleh Suhartini dan tangan kanannya dipegang oleh Anna Yuliantini.

“Suhaniya menjambak rambut adik saya sambil menerjangkan kakinya ke badan adik saya,” tandas Susilawati berapi-api menceritakan pengeroyokan yang dialami adiknya sambil menahan emosi.

Sulistiawati berharap, para pelaku diproses hukum sesuai Undang -undang yang berlaku.

“Karena ini negara hukum, maka saya berharap Polisi segera memproses para pelaku dugaan pengeroyokan terhadap adik saya,” harapnya.

Penulis : Amin

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru