Desa Prancak Pasongsongan Kekeringan, BPBD Sumenep Responsif, Kepala Dinsos Lesu 

Senin, 29 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Warga Desa Prancak berkeluh kesah dengan adanya kekeringan yang melanda desanya.

Foto: Warga Desa Prancak berkeluh kesah dengan adanya kekeringan yang melanda desanya.

Sumenep, Detikzone.id- Musim kemarau menyebabkan krisis air bersih terjadi di dusun Billamabuk, desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Senin, 29/07/2024.

Mereka menunggu distribusi air karena sumur di rumahnya sudah tidak mengeluarkan air.

Saat ini, warga kebingungan dan mengelus dada. Bagaimana tidak, ditengah musim paceklik tiba, puluhan warga harus merogoh duit hanya untuk membeli air bersih demi kebutuhan sehari hari. Baik untuk air minum maupun mandi.

Saat diwawancarai oleh media ini, Taufik, warga Billamabuk, desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan mengaku setiap musik kemari tiba, desanya selalu dilanda kekeringan.

“Jika musim kemarau tiba, kami selalu dilanda kekeringan, sampai kapan kami harus seperti ini,” katanya.

Taufik berharap, Pemerintah Kabupaten Sumenep dapat memberikan solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

“Saya berharap Pemerintah Daerah segera mencarikan solusi karena setiap tahun desa kami selalu mengalami kekeringan dan selalu kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, mandi dll,” harapnya.

Sementara kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy responsif kala dikonfirmasi.

Laili mengungkapkan, pihaknya sejak hari Jumat sudah melakukan pengiriman air bersih untuk masyarakat Kecamatan Pasongsongan.

“Mulai hari jumat kemarin, sudah dilakukan pengiriman air bersih ke sejumlah desa di Kecamatan Pasongsongan. Tapi untuk hari ini belum ada pengiriman lantaran Waterpump masih ada perbaikan,” ungkapnya.

“Penyaluran air bersih masih di desa montorna, dusun Berkongan dan Komis,” imbuhnya.

Rencananya, tandas mantan Kasatpol PP ini, setelah desa Montorna, maka akan berlanjut ke desa Prancak.

“InsyaAllah kalau sudah selesai, hari rabu bisa dilakukan pengiriman kembali,” tandasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan sosial dan kemanusiaan, Kepala Dina Sosial Kabupaten Sumenep Mustangin dikonformasi masih terkesan lesu dengan gayanya yang cuek.

Mustangin tak menggubris upaya konfirmasi media ini hingga berita ini terbit.

Padahal, Pemimpin Dinsos sebelumnya,  selalu responsif manakala masyarakat  dilanda kekeringan.

Bahkan luar biasanya, Kadinsos sebelum Mustangin selalu berkontribusi nyata dalam penyaluran air bersih ke sejumlah desa di Kabupaten Sumenep.

Penulis : Igusty - Amin

Berita Terkait

Belanja BPPKAD Probolinggo Disorot, Ratusan Paket Administratif, Klarifikasi Normatif Dinilai Menghindari Substansi
Pate Alos: Gerbang Baru Diplomasi Ekonomi Situbondo
Surat Resmi Tak Dijawab, BPPKAD Probolinggo Klaim Klarifikasi Lewat WhatsApp
Sekda Sumenep 2026 di Titik Krusial: Mampukah Kuda Putih dan Kuda Terbang Menahan Laju Kuda Hitam?
Maduratani Award 2026: Sinergi Media dan Daerah Bangun Pertanian Madura
Skandal Mamin BPPKAD Probolinggo: Rp1,1 Miliar Diduga Dikuasai Perorangan
Bupati Sumenep: Bantuan Stimulan Dua Wujud Nyata Tanggung Jawab Pemkab
Penyuluhan Intensif PPL BPP Pasongsongan Sumenep Bantu Petani Maksimalkan Panen

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 11:30 WIB

Belanja BPPKAD Probolinggo Disorot, Ratusan Paket Administratif, Klarifikasi Normatif Dinilai Menghindari Substansi

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:56 WIB

Pate Alos: Gerbang Baru Diplomasi Ekonomi Situbondo

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:31 WIB

Surat Resmi Tak Dijawab, BPPKAD Probolinggo Klaim Klarifikasi Lewat WhatsApp

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:20 WIB

Sekda Sumenep 2026 di Titik Krusial: Mampukah Kuda Putih dan Kuda Terbang Menahan Laju Kuda Hitam?

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:36 WIB

Maduratani Award 2026: Sinergi Media dan Daerah Bangun Pertanian Madura

Berita Terbaru