Blitar, Detikzone id – Cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur, terutama Kabupaten Blitar, memerlukan kewaspadaan tinggi dari masyarakat. Pada Kamis, 31 Oktober 2024, sekitar pukul 15.00, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan signifikan di beberapa daerah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto, menyampaikan bahwa empat desa di Kecamatan Gandusari—Desa Gandusari, Sukosewu, Sumberagung, dan Kotes—serta beberapa desa di Kecamatan Garum dan Nglegok turut terdampak.
“Kecamatan Gandusari mengalami kerusakan terparah, dengan beberapa rumah rusak akibat angin,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BPBD telah memulai upaya pembersihan dan penanganan darurat. Data awal menunjukkan bahwa banyak rumah rusak tertimpa pohon tumbang, termasuk atap SDN Sumberagung 2. Akses jalan di timur kantor Desa Sumberagung juga terhalang pohon tumbang.
Satu korban dilaporkan, Ibu Kasuh (78), yang mengalami luka setelah rumahnya tertimpa pohon. Ia kini dirawat di RSUD Ngudi Waluyo dalam kondisi stabil.
BPBD segera melakukan pembersihan dan pendataan kerusakan, serta memberikan bantuan darurat seperti sembako dan peralatan kebutuhan sehari-hari.
Ivong mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim pancaroba.
“Kami menghimbau agar warga memeriksa pohon-pohon di sekitar rumah. Jika ada yang berpotensi tumbang, sebaiknya segera dirapikan atau ditebang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Sampah yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembangnya penyakit. Mari kita jaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” ujarnya.
Selain itu, Ivong meminta warga untuk tetap mengikuti informasi cuaca dari pihak berwenang. “Dengan mengetahui prediksi cuaca, kita bisa lebih siap menghadapi perubahan yang tiba-tiba,” tambahnya.
Ia berharap semua warga dapat berperan aktif dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama selama musim pancaroba ini.
Penulis : Basuki








