SAMPANG, Detikzone.id – Proyek pembangunan plengsengan melalui program bantuan keuangan (BK) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tahun anggaran 2024 di Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, yang menelan dana ratusan juta itu terkesan tidak transparan.
Bagaimana tidak, saat media Detikzone.id monitoring pada Jumat (24/01/2025) proyek plengsengan tersebut terlihat tanpa adanya papan informasi dan batu prasasti yang terpampang dilokasi. Padahal, kegiatan pembangunan plengsengan itu, secara pekerjaan fisik sudah rampung dikerjakan.
Namun sampai saat ini, proyek yang dananya masuk melalui rekening desa Buker itu tidak terpasang papan informasi. Sehingga tidak adanya papan informasi dilokasi, dalam pelaksaannyapun berpontesial akan terjadinya sarat penyimpangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, proyek plengsengan tersebut diduga tidak sesuai dengan perencanaan. Sebab, di salah-satu titik pada bangunan tersebut terlihat minimnya pada pasangan batu pondasi dan juga ada satu pohon yang dibiarkan tidak di tebang. Kondisi itu, berpotensi akan berpengaruh pada bangunan dalam masa panjang.
Saat ditanya kepada warga pengguna jalan inisial R, proyek itu selesai dikerjakan sekitar satu minggu yang lalu. Namun R (inisial), terkait program pekerjaan dan anggaran dananya dirinya tidak mengetahui.
“Ini proyek mas, kalau terkait program dan dananya saya tidak tau. Biasanya kalau proyek ada papan informasinya, masyarakat kan juga perlu informasi dan berhak mengawasi tentang proyek ini, tapi kok disini tidak ada ya ?,” tutur R dengan wajah kebingungan sembari bertanya, Jumat (24/01/2025).
Sementara itu, menurut Moh. Ilyas Pj Kepala Desa Buker saat dikonfirmasi media Detikzone.id mengungkapkan bahwa proyek pembangunan plengsengan itu merupakan program bantuan keuangan (BK) Pemprov Jatim kepada Pemdes Buker, dengan total anggaran Rp 200 juta.
“Itu pekerjaan BK mas, volume panjangnya 200 meter, tinggi 80 cm, dan pondasinya 40 cm,” ungkapnya.
Disinggung perihal tidak ada papan informasi dilokasi, Moh. Ilyas tidak mengelak bahwa proyek tersebut papan nama belum terpasang dengan alasan belum datang dan tidak mengetahui contoh papan informasi. Namun kata dia, proyek tersebut dikerjakan oleh pihak desa melalui tim pelaksana kegiatan (TPK).
“Itu belum datang papan informasinya saya masih menunggu contoh, contohnya seperti apa,” paparnya.
Lebih lanjut, Moh. Ilyas mengatakan bahwa secara tehnik pekerjaan, dan galian pondasi pada proyek plengsengan yang ia garap itu sudah sesuai. Terkait adanya pohon tidak di tebang kata dia, atas permintaan warga agar tidak ditebang dengan alasan sebagai penahan.
“Kalau menurut saya, pekerjaan itu sudah sesuai, tapi kalau pohon yang tidak ditebang itu atas permintaan warga agar tidak ditebang,” katanya.
Penulis : Agus Junaidi







