Pembangunan Monumen Keris Arya Wiraraja di Sumenep Dilakukan Melalui Konsep Pentahelix

Jumat, 31 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri), Monumen Keris Arya Wiraraja (kanan)

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (kiri), Monumen Keris Arya Wiraraja (kanan)

Sumenep – Pembangunan monumen keris Arya Wiraraja di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, dilakukan konsep pentahelix yang melibatkan berbagai pihak, seperti perusahaan maupun sponsor dengan total anggaran sebesar Rp 2,5 miliar.

“Pembangunan Monumen Keris Arya Wiraraja dilakukan dengan konsep pentahelix. Jadi kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam mengabadikan salah satu Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Sumenep,” ujar Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Bupati menyatakan, nama monumen Keris Arya Wiraraja merupakan salah satu wujud, untuk memberikan penghormatan kepada leluhur sekaligus raja pertama Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Monumen keris di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan ukurannya, yakni panjang keris mencapai 9 meter dengan berat mencapai 5 ton dan fondasi 8 meter, sehingga total keseluruhan menjadi 17 meter.

Untuk keris panjang bilahnya mencapai  7 meter, pegangan keris 2 meter, tinggi segi 8.8 meter dan bunga kelopak sebanyak 45 buah, sehingga menjadikan  pembangunan monumen Keris tersebut tertinggi di dunia.

“Kami ingin dengan monumen keris ini bisa menjadi daya tarik bagi dunia untuk mengenal keris lebih dalam dan mencintai keris lebih kuat lagi sebagai pusaka serta karya seni,” ujar Bupati Fauzi.

Peresmian Monumen Keris Arya Wiraraja menurut Bupati Fauzi sebagai wujud mengekalkan identitas Kabupaten Sumenep sebagai Kota Keris, dengan nilai-nilai sejarah serta nilai budaya yang kuat.

“Pembangunan monumen keris tujuan utamanya adalah meyakinkan kepada dunia tentang keris sebagai produk budaya yang berpusat di Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Pemimpin ahli sedekah ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif untuk melestarikan benda warisan masa lalu, khususnya keris yang memiliki nilai sejarah luar biasa.

“Sebagai generasi muda harus tahu tentang warisan budayanya, jangan sampai tergeser dengan budaya modern yang berkembang saat ini,” tandasnya.

Penulis : ***

Berita Terkait

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN
Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura
Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura
Hari Jadi Sumenep Penuh Kemegahan Budaya, Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Tong-Tong yang Kembali Tembus KEN 2026
Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong
JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik
Di Balik Festival Tong-Tong, Cak Fauzi Titip Pesan untuk Masa Depan Sumenep di Hari Jadi ke-757
Hari Jadi Sumenep ke-757, Cak Fauzi Dorong Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Hari Santri di Pemkab Sumenep, Pesan Wabup Tak Hanya soal Iman, tetapi Juga Disiplin ASN

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Bupati Sumenep: Festival Tong-Tong Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Identitas Budaya Madura

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Diskominfo Sumenep Sukses Dorong Kampanye Digital Lewat Gerakan “Nongtong Bareng” di Festival Musik Tong-Tong

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:14 WIB

JJS DPRD Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan, Cak Fauzi: Jangan Terpecah karena Politik

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB