Diduga Asal Jadi, Proyek Pembangunan Plengsengan di Desa Batoporo Barat Sampang Ambruk Gak Karuan  

Minggu, 2 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Kondisi proyek pembangunan plengsengan yang ambruk di Desa Batoporo Barat

Keterangan Foto: Kondisi proyek pembangunan plengsengan yang ambruk di Desa Batoporo Barat

SAMPANG, Detikzone.id – Pemerintah mewanti-wanti untuk semua kegiatan fisik yang memakai uang negara agar diawasi secara maksimal. Tujuannya, supaya pekerjaan proyek fisik pembagunan di daerah bertahan lama dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Namun, berbeda dengan pembangunan proyek fisik plengsengan yang ada di Desa Batoporo Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, madura, Jawa Timur.

Pasalnya, proyek yang baru selesai dibangun sekitar satu bulan yang lalu itu, diduga asal jadi. Saat ini, kondisinya sudah ambruk gak karuan, Minggu, (02/02/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagaimana tidak, adapun pantauan media pada Kamis (30/01/2025) proyek pembangunan plengsengan tidak bertahan lama. Sebab, terlihat jelas di salah-satu titik sudah ada yang ambruk. Sehingga, kondisi itu menguatkan rendahnya mutu serta kualitas serta dugaan minimnya pengawasan pada saat pengerjaan proyek plengsengan tersebut.

Salain itu pelaksana proyek plengsengan itu, diduga mengabaikan kewajiban pemasangan papan informasi dan Prasasti. Sebab, dilokasi tidak ditemukan papan informasi dan Prasasti proyek.

Seperti yang diketahui bahwa, setiap kegiatan pembangunan (proyek) yang bersumber dari uang negara wajib hukumnya untuk dilengkapi dengan papan nama/informasi di lokasi kegiatan.

Aturan tersebut sudah jelas tertuang dalam Undang Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Namun pantauan wartawan di lapangan, masih ditemukan kegiatan pembangunan di Kabupaten Sampang yang tidak dilengkapi dengan papan informasi. Sehingga, proyek plengsengan yang berada di Desa Batoporo Barat itu terkesan seperti proyek siluman.

Perihal robohnya proyek plengsengan, juga menjadi keluhan warga sekitar lokasi inisial (M).

Menurutnya, proyek plengsengan tersebut baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan yang lalu. Namun, dirinya tidak mengetahui asal muasal proyek itu dari mana, lantaran tidak terpasang papan informasi proyek dilokasi.

M menduga saat pekerjaan pembangunan plengsengan tersebut dikerjakan asal-asalan.

M menyebut, pekerjaan proyek tersebut milik seseorang bernama Fahri.

“Ini baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan yang lalu mas. Saya menduga pekerjaan ini asal-asalan, sebab pada pekerjaan awal pasangan batu ada kejanggalan, terlihat batu tipis ditata lalu dikasih lolo (campuran adukan pasir dan semen) dari luar, pantas saja habis kena hujan langsung roboh,” ungkap warga inisial (M).

Sementara itu, Ahmad Fauzan, Penjabat (Pj) Kepala desa Batoporo saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa dirinya menjabat sejak 25 September 2024 tidak ada pemberitahuan atau izin terkait proyek pembangunan plengsenagan.

Dirinya tidak mengetahui asal muasal proyek tersebut.

Akan tetapi kata dia, menurut informasi dari Kasun (kepala dusun), itu adalah pekerjaan proyek yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat desa setempat.

“Itu saya terus terang dari awal memang tidak ada pemberitahuan dan tidak ada izin tentang proyek itu, paling tidak kan ada pemberitahuan atau izin. Saya sudah konfirmasi ke Kasun nya, itu memang dari dana proyek tapi dia (Kasun) juga tidak paham itu proyek apa dari Pokmas, DAU, atau DAK, karena tidak ada pemberitahuan, cuma barangkali proses pengajuannya mungkin sebelumnya. Yang mengerjakan (Tukang) proyek itu namanya Khusairi,” kata Ahmad Fauzan Pj Kades Batoporo. Sabtu, (01/02/2025).

Ahmad Fauzan berharap kepada seluruh pelaksana yang akan mengerjakan proyek di desa nya, agar memberitahukan kepada pemerintah desa (Pemdes) agar juga bisa mengontrol tentang kegiatan yang ada di desa dan dirinya berharap dikerjakan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Diungkapkan olehnya, bahwa untuk mengajukan proyek, kultur tanah juga harus diperhatikan karena kultur tanah di desa Batoporo itu tidak sama, ada yang padat dan juga ada tanah gerak.

“Harapan kami terutama kepada yang dikerjakan swakelola oleh warga desa setempat, pekerjaaan itu apapun jenisnya, ini akan digunakan untuk masa panjang dan dinikmati oleh warga itu sendiri. Jadi kami minta, agar dikerjakan sebaik-baiknya sesuai RAB dan juga kultur tanah harus diperhatikan,” pungkasnya.

Penulis : Agus Junaidi

Berita Terkait

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal
Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?
Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih
Datang Ambil Kardus, Pria di Sapeken Sumenep Justru Diciduk Polisi
Skandal Kades Situbondo Kian Membara: 1 Dinonaktifkan, 4 Desa Dibidik Inspektorat, Dana Desa Rp15 Miliar Jadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:09 WIB

Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Senin, 18 Mei 2026 - 14:07 WIB

Operasi Rokok Ilegal di Candi Sidoarjo Tuai Sorotan, Pedagang Kecil Mengeluh, Pabrik Besar Belum Tersentuh?

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:02 WIB

Pengusaha Rokok Sidoarjo Haji Samsul Huda Mengemuka dalam Dugaan Skandal Cukai Rokok, KPK Didesak Tidak Tebang Pilih

Berita Terbaru

Suasana live musik akustik di Arinna Cafe & Resto Sumenep yang berlangsung setiap malam mingguan. Alunan musik, pelayanan ramah, menu kuliner beragam, fasilitas ruang VIP, serta area bermain anak menjadi daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.

EKONOMI

Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB