Pamekasan – Hari pertama Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi, asap mengepul menyelimuti sebuah Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Namun kepulan asap tersebut bukanlah kepulan asap kebakaran hebat melainkan kepulan asap pesta mercon yang dilepas pada hari Senin, 31 Maret 2025.
Ribuan manusia berkumpul di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan untuk menyaksikan pelepasan mercon raksasa.
Bahkan saat mercon dinyalakan, tampak di lapangan ratusan personil gabungan Polres Pamekasan terkesan membiarkan bahkan mendukung peluncuran mercon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, mercon yang diluncurkan di Desa Pangorayan ini memiliki ukuran yang besar dan mempunyai daya ledak tinggi.
Peluncuran mercon itu pun berakibat fatal karena menjadi petaka dan memakan korban jiwa.
“Lebaran idul Fitri yang seharusnya jadi momen untuk berkumpul dengan keluarga malah jadi malapetaka,” ujar narasumber yang tidak ingin disebut namanya.
“2 orang mengalami luka luka dan 1 orang meninggal dunia,” imbuhnya
Peluncuran mercon raksasa itu sudah berjalan selama puluhan tahun lamanya di Desa Pangorayan.
Anehnya, meskipun itu sudah dilarang oleh pihak kepolisian namun masih saja tidak dihiraukan.
“Pesta mercon tersebut telah memakan korban jiwa namun siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini,” tegasnya.
Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto mengerahkan personil gabungan untuk standby sejak siang di wilayah hukum Polsek Proppo.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto mengatakan, terkait mercon di Desa Pangorayan itu memang ada pemberitahuan ke Kamtibmas namun pemberitahuannya adalah kembang api.
“Itu buka mercon yang diluncurkan di Desa Pangorayan melainkan sebuah kembang api dan ini dari pihak desa sudah memberitahukan ke Kamtibmas ,” pungkasnya.
Penulis : Subaidi







