Jaga Warisan Budaya : Tenun Ikat ‘Cap Medali Mas’ Bertahan di Tengah Persaingan Modernisasi

Jumat, 25 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, Detikzone — Tenun ikat, salah satu kekayaan budaya nusantara, memiliki kisah panjang yang menarik. Masuk ke wilayah ini sekitar tahun 1950-an, tenun ikat mulai dikenal masyarakat setelah dibawa oleh para pedagang Tiongkok dan Arab.

Adalah Arif Rahmatullah, kini menjadi pemilik gerai tenun ikat ‘Cap Medali Mas’ Kediri, berlokasi di Jl. KH Agus Salim No. 51 Bandar Kidul, Kota Kediri, sekaligus salah satu tokoh yang ikut andil dalam perjalanan awal ini, yang kala itu bekerja bersama para pedagang tersebut.

“Motivasi utama saya terjun ke dunia tenun adalah karena sudah memahami alur produksi dan sistem pemasaran yang berkembang saat itu,” ungkap Pak Arif, begitu ia kerap disapa, kepada jurnalis Detikzone Jumat (25/4/2025) siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakannya, kini proses produksi tenun ikat di tempat ini dikerjakan oleh sekitar 60 orang pegawai terlatih. Mereka menggunakan benang khusus yang diimpor langsung dari India.

“Proses pembuatan kain tenun ini kami lakukan secara manual, melewati setidaknya sepuluh tahapan: mulai dari pencucian benang, pemintalan, proses rek (memasukkan benang ke media cetak tenun), pembuatan dan pengikatan motif, pencelupan warna, pelepasan ikatan benang, pemberian warna kombinasi, penguraian benang, hingga penenunan akhir,” terang dia.

Untuk menyelesaikan satu lembar kain ukuran 95 cm x 250 cm, dibutuhkan waktu sekitar enam jam. Kualitas tetap menjadi prioritas utama, dan semua pekerja telah melalui pelatihan khusus untuk menjaga mutu produk.

Strategi pemasaran pun dikembangkan dengan menyesuaikan zaman. Selain melalui media sosial, mereka juga menggandeng berbagai dinas pemerintah seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata.

“Produk tenun ikat ini rutin dipamerkan dalam berbagai event yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” tambahnya.

Namun, tantangan tetap ada. Banyak produsen lain yang tidak menjaga kualitas dan harga tenun, sehingga menciptakan ketidakstabilan pasar. Untuk menghadapi hal ini, produsen tenun ikat ini terus menjaga mutu serta menghadirkan inovasi motif terbaru demi mempertahankan kekhasan produk mereka.

“Kita optimis dapat terus bertahan karena percaya bahwa produk handmade seperti tenun ikat ‘Cap Medali Mas’ memiliki nilai seni yang tidak bisa ditiru oleh mesin modern,” ungkapnya.

Harapannya, ke depan, peran serta pemerintah dan instansi terkait bisa lebih aktif dalam mendukung keberlangsungan tenun ikat, melalui promosi, pelatihan, maupun event-event yang mendukung eksistensinya.

Sebagai penutup, tenun ikat adalah warisan budaya yang harus tetap dilestarikan. Perlu koordinasi yang erat antara para pelaku industri tenun dan pihak-pihak terkait, agar warisan ini tidak hanya tetap hidup, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas lagi di masa depan.

____________
Penulis: Yudi Ali Ashar
Editor: Bimo Gunawan

Berita Terkait

Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura
Achsanul Qosasi: Saatnya Madura Punya Kedaulatan Ekonomi Lewat KEK Tembakau
Kabar Gembira! CV Ayunda Permata Sejahtera Buka Pintu Karier, Cari Sosok Profesional untuk Posisi Resepsionis
Istri Abang Becak Ini Tak Menyerah pada Keadaan, Rujak Ibu Sofia di Depan RSUD Sumenep Kini Jadi Langganan Banyak Orang
Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih
Malam Mingguan Makin Berkesan! Live Musik Akustik Arinna Cafe & Resto Jadi Magnet Pecinta Kuliner dan Kehangatan Keluarga
Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Wisata Gunung Bromo Ditutup Total Selama Yadnya Kasada 1948 Saka, Akses Menuju Lautan Pasir Disetop

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:52 WIB

Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:37 WIB

Achsanul Qosasi: Saatnya Madura Punya Kedaulatan Ekonomi Lewat KEK Tembakau

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:03 WIB

Kabar Gembira! CV Ayunda Permata Sejahtera Buka Pintu Karier, Cari Sosok Profesional untuk Posisi Resepsionis

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:08 WIB

Istri Abang Becak Ini Tak Menyerah pada Keadaan, Rujak Ibu Sofia di Depan RSUD Sumenep Kini Jadi Langganan Banyak Orang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB

Masakan di Arinna Resto Sumenep Bikin Nagih

Berita Terbaru