PTSL Itu Gratis, Bukan Ladang Bisnis: Kepala Desa Dilarang Pungut Uang Walaupun Berdalih Perdes

Kamis, 8 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.Id – Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali menegaskan bahwa program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) adalah program nasional gratis, bukan celah untuk menarik pungutan liar dari masyarakat. 08/05/2025

Namun di berbagai wilayah, sejumlah oknum Pj. Kepala Desa Maupun Kepala Desa dan perangkatnya masih nekat memungut uang dari warga, bahkan berdalih telah membuat Peraturan Desa (Perdes) sebagai dasar pungutan.

Padahal dalih tersebut tidak dapat membenarkan tindakan melawan hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khoirul Anam Ketua Dewan pimpinan Daerah (DPD) Laskar Anti Korupsi ( Laki) Kabupaten Sampang Menyampaikan Perdes tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, termasuk SKB Tiga Menteri Tahun 2017 yang menetapkan bahwa biaya PTSL hanya boleh dibebankan untuk keperluan administrasi ringan dan dibatasi maksimal Rp.150.000.

“Jika Oknum kepala desa maupun Pj. kepala Desa dan perangkatnya membuat (PERDES) yang melegalkan pungutan melebihi ketentuan, maka (PERDES) itu batal demi hukum. Dan jika tetap memungut, dapat dijerat sebagai pungutan liar,” tegasnya

Tindakan kepala desa Pj. Kepala Desa atau perangkat desa yang memungut uang dalam program PTSL secara tidak sah bisa dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Setiap pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang memberikan sesuatu dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp.200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.”

Selain itu, bila pungli dilakukan secara terorganisir, pelaku juga dapat dijerat UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor dan berpotensi kena sanksi pemberhentian dari jabatan.

Anam Sakti Sapaan akrabnya menambahkan semua pengurusan PTSL difasilitasi langsung oleh negara.

“Peran desa hanya membantu pendataan dan verifikasi, bukan memungut biaya dari warganya,” ucapnya.

Perlu di ketahui bersama Program PTSL adalah bentuk kehadiran negara untuk menjamin hak tanah rakyat. Seluruh pihak, termasuk kepala desa, wajib menjalankannya sesuai aturan.

Penggunaan Perdes sebagai tameng pungutan liar adalah bentuk penyalahgunaan wewenang dan akan diproses hukum.

“Jika menemukan yang demikian, kambil tidak segan- segan untuk melaporkannya ke pihak yang berwajib,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur
Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran
Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot
Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi
Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa
Pusaran Gelap Pita Cukai Madura: Dugaan Pelanggaran Sistemik Seret PR HJS Mdr Pamekasan, KPK Dalami Jejak Skandal
Janji Busuk Pihak BTN Sumenep, Sertifikat Atas Nama Nasabah Hingga Kini Tak Diberikan Meski Rumah Lunas 4 Bulan Lalu
Sudah Kelewat Batas! Sertifikat KPR BTN Sumenep Tertahan 4 Bulan Meski Sudah Lunas

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Kamis, 16 April 2026 - 23:07 WIB

Pamit Cari Sapi, Pria Ini Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran

Selasa, 14 April 2026 - 19:03 WIB

Demi Negara, KPK Didesak Bongkar Total Dugaan Skandal Pita Cukai di Sidoarjo, Bos Rokok Slava Bold H. Samsul Huda Disorot

Senin, 13 April 2026 - 14:18 WIB

Data Tak Sinkron di Lapangan, Warga Miskin Probolinggo Berdesil Tinggi, BPS dan Dinsos Saling Klarifikasi

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WIB

Kasus Cukai Makin Panas, Sultan Pamekasan Haji Junaidi dan HJS Mdr Mencuat, KPK Didesak Bongkar Tanpa Sisa

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:08 WIB