Krengsengan Ayam Pak Hari di Gurah Kediri : Bumbu Meresap, Rasa Tak Terlupakan

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kediri, Detikzone.id — Di tengah ramainya lalu lintas jalan raya Kediri – Pare tepatnya di Jl. Ahmad Yani, Gurah, Kabupaten Kediri, berdiri sebuah kedai sederhana namun ramai pengunjung. Tempat itu bernama Kedai Pak Hari.

Tempat ini dikenal luas oleh warga setempat hingga para pelancong yang sengaja mampir hanya untuk menikmati kelezatan krengsengan ayam yang melegenda.

Krengsengan ayam racikan Pak Hari bukan sekadar makanan biasa. Potongan ayam yang dimasak dengan bumbu khas Jawa itu terasa sangat empuk, dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas yang meresap hingga ke serat dagingnya. Ditambah irisan bawang merah menambah aroma wangi yang menggoda dan menggugah selera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah langganan sejak lima tahun lalu. Kalau ke Kediri, rasanya belum lengkap kalau belum makan krengsengan di sini. Bumbunya meresap banget, terus wangi bawangnya itu lho… bikin nagih!” ujar Danish, seorang pelanggan asal Bandung yang rutin mampir jika berkunjung ke Kediri, pada Kamis (29/5/2025) malam.

Pemilik kedai, Pak Hari, atau yang bernama asli Hariyanto, mengganti namanya menjadi Hariyono setelah melalui masa-masa sulit karena sering sakit-sakitan.

“Dulu saya sering sakit. Kata orang-orang, coba ganti nama biar lebih sehat. Alhamdulillah, setelah itu saya mulai pulih dan punya semangat baru,” ucap pria ramah kelahiran Kediri tersebut.

Sebelum menekuni dunia kuliner, Pak Hari memiliki pengalaman kerja yang cukup panjang. Ia sempat bekerja di Pertamina dan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di salah satu pabrik di luar negeri. Namun, dorongan untuk membuka usaha sendiri membawanya kembali ke tanah kelahiran, dan pada tahun 2003 ia mulai merintis usaha kuliner dari nol.

“Dulu saya sering bantu teman jualan makanan seperti ini. Lama-lama saya tertarik, lalu mulai jualan sendiri. Resepnya sih nggak ada yang spesial, bumbunya ya seperti umumnya krengsengan, cuma mungkin tangan orang beda-beda hasilnya,” kata Pak Hari merendah.

“Kadang anak saya yang masak juga, tapi kata pelanggan, buatan saya lebih enak. Ya, saya sih senyum aja, hehehe,” tambahnya sambil tertawa.

Menu andalan di kedai ini tentu saja krengsengan ayam, namun Pak Hari juga menyediakan berbagai pilihan lain seperti Nasi Goreng, Nasi Mawut, Mie Goreng, dan Mie Ghodok. Bahkan, jika dipesan terlebih dahulu, pelanggan bisa menikmati menu Sop Ayam yang tak kalah lezat.

Nasi Goreng, Nasi Mawut, Mie Goreng dan Mie Ghodok harga per porsi Rp. 13.000, Krengsengan Ayam Rp. 50.000 untuk harga porsi jumbo, bisa untuk 2-3 orang. Nasi putih dan minuman lainnya sesuai harga pada umumnya.

Menurut Dewi, pelanggan baru yang tinggal tak jauh dari lokasi kedai, suasana dan rasa di tempat Pak Hari sulit ditemukan di tempat lain.

“Bukan cuma makanannya yang enak, tapi Pak Hari itu ramah banget, selalu ngobrol sama pelanggan. Kayak makan di rumah sendiri,” tuturnya.

Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang konsisten, tak heran jika Kedai Pak Hari menjadi salah satu kuliner wajib saat berkunjung ke Gurah, Kediri. Kedai ini bukan sekadar tempat makan, tetapi juga tempat penuh cerita, perjuangan, dan cita rasa yang tulus dari tangan seorang mantan TKI yang kini sukses membangun usaha kuliner dari hati.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan
JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa
Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim
Kunjungi Stan Arinna di Madura Culture Festival, Bupati Sumenep Borong Roti Arinna Bakery, Wujud Dukungan terhadap Produk Lokal
Tinjau Stan Bank Jatim di MCF 2026, Bupati Sumenep Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Semakin Dekat dengan Masyarakat
Kunjungi Stan Kuliner dan Perhotelan Baghraf, Bupati Fauzi Tegaskan Pariwisata Harus Gerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:27 WIB

JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB