Eksploitasi Tanpa Ganti Rugi, Petronas dan Elnusa Akan Didemo Nelayan Madura

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, Detikzone.id — Kesabaran nelayan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Madura akhirnya mencapai titik nadir. Kekecewaan memuncak setelah kerusakan puluhan rumpon akibat kegiatan survei seismik migas oleh Petronas Carigali Malaysia dan PT Elnusa tak kunjung mendapat ganti rugi. Aksi besar besaran pun disiapkan, Rabu (02/07/2025).

Ribuan nelayan dari empat kecamatan Waru (Pamekasan), Sokobanah, Ketapang, dan Banyuates (Sampang) dijadwalkan menggelar demonstrasi di depan kantor SKK Migas Jawa Timur, pada 14 Juli 2025 mendatang.

Tuntutan mereka satu ganti rugi atas kerusakan rumpon yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faris Reza Malik, Koordinator Lapangan Aksi dari Kecamatan Banyuates, menyebut aksi ini sebagai bentuk perlawanan atas ketidakadilan yang terus dibiarkan.

“Kami mewakili enam desa. Sudah terlalu lama kami bersabar. Tidak ada itikad baik dari Petronas maupun PT Elnusa. SKK Migas harus bertanggung jawab, bukan hanya jadi penonton,” tegas Faris.

Senada, aktivis Imron Muslim dari Kecamatan Waru dan Sokobanah menyoroti peran SKK Migas yang dinilai pasif.

“SKK Migas jangan cuci tangan. Lembaga ini seharusnya menjadi mediator yang adil, bukan pelindung perusahaan. Negara tak boleh membiarkan rakyatnya diinjak injak oleh korporasi asing,” kritik Imron.

Holik, seorang nelayan asal Banyuates, menuturkan kekecewaan mendalam. Ia menuding pihak Petronas dan PT Elnusa telah berbohong karena tidak menepati janji kompensasi.

“Kalau tidak ada ganti rugi, kami sepakat menolak eksplorasi Petronas di laut kami. Ini bukan cuma soal uang, tapi soal kepercayaan dan hak hidup kami,” kata Holik lantang.

Tuntutan para nelayan bukan tanpa dasar. Mereka mengacu pada sejumlah regulasi yang mengikat perusahaan:
• UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
• Pasal 7(g): Pelaku usaha wajib memberi ganti rugi atas kerugian konsumen.
• Pasal 19(1): Pelaku usaha bertanggung jawab atas dampak negatif barang/jasa yang dihasilkannya.
• UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
• Pasal 40(1): Kontraktor wajib melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar.
• Pasal 46: Kegiatan hulu migas wajib memperhatikan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
• PP No. 35 Tahun 2004 tentang Usaha Hulu Migas
• Pasal 30: Kontraktor wajib mengganti kerugian pihak terdampak jika terjadi kerusakan atau kecelakaan.

Para aktivis menegaskan bahwa SKK Migas sebagai lembaga negara tak boleh berdiam diri. Keberpihakan kepada masyarakat, kata mereka, adalah mandat konstitusi.

“Jika SKK Migas terus bungkam, kami tak segan mengambil langkah lebih tegas. Ini bukan ancaman, tapi bentuk pembelaan atas hak kami yang diinjak-injak,” pungkas Imron.

Aksi pada 14 Juli mendatang diperkirakan menjadi tonggak perlawanan terbesar masyarakat pesisir Madura terhadap eksploitasi sumber daya alam yang dianggap tak berkeadilan. Sorotan kini tertuju pada SKK Migas: bertindak atau membiarkan konflik sosial semakin membesar.

Penulis : Anam

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru