Warga Geruduk Kantor Desa Sidomulyo, Protes Dugaan Kekerasan oleh Keluarga Kepala Dusun Boto Berujung Damai

Jumat, 11 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, Detikzone.id – Puluhan warga RW 06, Dusun Boto, Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menggeruduk Kantor Desa Sidomulyo pada Jumat (11/7/2025).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pemukulan terhadap dua anak berinisial D dan Z oleh salah satu anggota keluarga Kepala Dusun Boto.

Peristiwa itu dipicu saat kedua anak tersebut diduga memasuki area perkebunan tebu milik keluarga Kepala Dusun (Kamituo) Boto ketika sedang bermain layang-layang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak-anak itu cuma bermain layangan, bukan sengaja merusak. Tapi malah diperlakukan seenaknya,” ujar Tito, salah satu warga RT 03, kepada jurnalis Detikzone.

Menurut Tito, warga yang aksi ini juga menekankan agar kejadian serupa tidak terulang dan menyinggung soal ketimpangan perlakuan sosial.

“Jangan mentang-mentang orang kaya, bisa semena-mena terhadap warga kecil,” lanjutnya.

Menanggapi aksi, perwakilan masyarakat akhirnya diterima dan difasilitasi untuk melakukan mediasi di ruang kantor Kepala Desa Sidomulyo. Mediasi tersebut juga dihadiri oleh unsur empat pilar, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, dan tokoh masyarakat.

Dari hasil mediasi, Kepala Desa Sidomulyo Bambang Erwanto menyampaikan bahwa semua pihak telah sepakat untuk saling memaafkan dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

“Dari pihak pelaku memang saya judge salah, apapun kekerasan atau tidak keras itu sudah bentuk penganiayaan. Tadi saya sampaikan terutama kepada ibunya pak Kasun dan akhirnya mau meminta maaf,” imbuh Bambang.

Menanggapi persoalan tersebut, Bambang berharap bahwa peristiwa yang terjadi oleh keluarga Kepala Dusun Boto tidak terulang kembali.

“Namun sebagai bentuk pembinaan, kami tetap memberikan surat peringatan kepada keluarga Kasun Boto yang disaksikan semua pihak termasuk ketua pemuda Boto-Batu-Mulyo, dan saya titip, tolonglah nanti ada hal semacam ini agar segera diselesaikan secara baik. Andaikan nanti kejadian ini terulang oleh keluarga Kasun Boto, melakukan tindakan yang sama, bukan hanya kepada korban yang saat ini, entah itu warga yang lain surat ini tetap berlaku,” tegasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa anak-anak hanya tanpa sengaja menginjak tanaman tebu, dan kerusakannya tidak tergolong parah.

“Memang benar kejadiannya di kebun tebu keluarga Kasun Boto. Ya terinjak bukan merusak, kalau merusak kan berarti sengaja. Itu kan main layangan terus terinjak tanamannya,” jelas Bambang.

Usai keluar dari ruangan mediasi, kedua anak yang menjadi korban, D dan Z, juga turut memberikan pernyataan singkat kepada awak media.

“Sudah selesai, sudah dimaafkan semua,” ujar D yang didampingi Z. Keduanya mengaku lega dan berharap tidak ada kejadian serupa lagi ke depannya.

Untuk diketahui, warga berharap langkah tegas dan adil ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, serta menciptakan suasana harmonis di lingkungan Dusun Boto.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

MBG Jadi Ladang Cuan? Dugaan Jual Beli Titik Rp300 Juta dan Nama Politikus Madura Mengemuka
Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL
Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih
Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan
Kue Ulang Tahun Picu Badai Etik! Kasat Reskrim Polres Sidrap Dilaporkan ke Propam Mabes Polri
Usai Menggetarkan Indonesia Lewat Sederet Aksi Kemanusiaan Secara Masif, Founder BIP Ali Zainal Abidin Kini Luncurkan LBH Gratis untuk Masyarakat Kecil
Bumi Pamekasan Terancam, PMII Desak Penertiban Tambang Ilegal

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 08:17 WIB

MBG Jadi Ladang Cuan? Dugaan Jual Beli Titik Rp300 Juta dan Nama Politikus Madura Mengemuka

Senin, 1 Juni 2026 - 20:05 WIB

Dari Situbondo ke Banyuwangi, Perjuangan Mencari Keadilan Berbuah Apresiasi untuk POMAL

Senin, 1 Juni 2026 - 10:41 WIB

Fasilitas Sepi Bak “Wisata Gaib”, Anggaran Kebersihan Gerbang Wisata Sukapura Probolinggo Sedot Rp400 Juta Lebih

Senin, 1 Juni 2026 - 00:06 WIB

Remaja Situbondo Diduga Dianiaya Prada TNI AL di Dalam Rumah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:12 WIB

Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Berita Terbaru