Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Integritas Pemimpin di Hadapan Mahasiswa Baru Unimus

Senin, 8 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Detikzone.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas dan jiwa melayani. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara penyambutan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Senin (8/9/2025).

Dalam kegiatan yang digelar di kampus Unimus itu, Luthfi hadir atas undangan Rektor Unimus, Masrukhi. Selain memberikan motivasi, ia juga membuka ruang dialog dengan para mahasiswa baru.

Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh para peserta yang antusias menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kritis. Salah satunya datang dari Aulia Dwi Puspita, mahasiswa Fakultas Kedokteran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyinggung soal praktik demokrasi yang menurutnya masih rentan dengan intervensi di level pemerintahan.

Pertanyaan senada juga dilontarkan Setiawan, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora, yang menyoroti menurunnya kepercayaan generasi muda kepada pemimpin akibat maraknya kasus korupsi.

Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi menyatakan kegembiraannya melihat mahasiswa berani bersikap kritis. Menurutnya, pemuda dan mahasiswa adalah harapan bangsa untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Ia bahkan mengutip pernyataan Bung Karno bahwa “sepuluh pemuda bisa mengguncang dunia” sebagai pengingat akan pentingnya peran generasi muda.

“Seorang pemimpin harus mampu melayani masyarakat dan membangun kepercayaan. Semua keluhan warga harus direspons, baik melalui layanan aduan daring maupun secara langsung di kantor gubernur yang merupakan rumah rakyat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemimpin di semua tingkatan—dari provinsi hingga desa—wajib memiliki karakter kebersamaan serta kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat.

Pemimpin yang baik tidak boleh tunduk pada intervensi politik atau kepentingan tertentu. Menurutnya, Pemprov Jateng telah berkomitmen menerapkan merit system, yakni penempatan pejabat sesuai kompetensi dan kapasitasnya.

Dalam konteks integritas, Luthfi menggunakan analogi, “ikan membusuk dari kepalanya.” Artinya, seorang pemimpin harus menjadi teladan yang baik.

Karena itu, seluruh OPD di Jawa Tengah telah membangun zona integritas serta menyelenggarakan pendidikan antikorupsi hingga ke tingkat desa.

“Pemerintah daerah juga berusaha transparan. Anggaran sudah bisa dipantau melalui portal resmi dan media sosial, sehingga masyarakat dapat memberi masukan. Dengan begitu, praktik-praktik seperti korupsi, permainan di bawah meja, hingga gratifikasi bisa dicegah,” tegasnya.

Penulis : Mualim

Berita Terkait

Malam Tak Jadi Penghalang, TNI dan Warga Lembur Bangun Jembatan Harapan di Gapura Sumenep
Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal
MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa
Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis
Ketum Yakuza Maneges Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kerja Nyata, dan Kepatuhan Hukum
Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton
Satu Per Satu Aksi Gelapnya Terbongkar, Endang Dasawisatra Jadi DPO
Hari ke-16 TMMD ke-129 Kodim 0210/TU, Pembukaan Jalan Sijarango–Pusuk 2 Hutari Tembus 83,02 Persen, Akses Ekonomi Warga Kian Dekat

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Malam Tak Jadi Penghalang, TNI dan Warga Lembur Bangun Jembatan Harapan di Gapura Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:10 WIB

MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Ketum Yakuza Maneges Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kerja Nyata, dan Kepatuhan Hukum

Berita Terbaru