Puluhan Tahun Terbengkalai, Kali Juma’in Jadi Bom Waktu Banjir di Situbondo

Sabtu, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mas Rio ketika meninjau Kali Juma'in didampingi oleh Kades Husama dan Camat Taufan

Foto: Mas Rio ketika meninjau Kali Juma'in didampingi oleh Kades Husama dan Camat Taufan

SITUBONDO — Kali Juma’in, sungai yang membelah pesisir Besuki, Situbondo, menjadi ancaman nyata bagi warga. Setelah puluhan tahun tak tersentuh normalisasi, sungai ini kini menjelma menjadi bom waktu banjir yang siap meledak setiap musim hujan. Rumah warga terendam, kerugian material tak terhitung, dan trauma mendalam terus menghantui.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio, mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama. Menurutnya, tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur sepanjang 1,5 kilometer telah membuat sungai semakin dangkal.

“Saya prediksi Januari akan terjadi banjir, karena selain tumpukan sampah, timbunan tanah di sepanjang sungai sudah sangat tinggi,” ujarnya saat memimpin aksi pembersihan, Sabtu (20/9/25).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mas Rio, pengerahan alat berat seadanya dan gotong royong masyarakat hanya sebatas solusi darurat yang tidak cukup untuk mengatasi kerusakan parah ini. “Kita butuh dukungan yang lebih besar,” tegasnya.

Nada serupa juga datang dari Kepala Desa Besuki, Husamah Bahres. Ia menyesalkan minimnya pemeliharaan rutin dari Balai Pengairan.

“Seharusnya pemeliharaan dilakukan setiap 3-5 tahun sekali. Tapi ini sudah puluhan tahun tidak ada perhatian, akibatnya banjir ke rumah warga hampir terjadi setiap tahun,” keluhnya.

Baik pemerintah desa maupun kabupaten kini berharap adanya intervensi dari Balai Pengairan Bondowoso, Balai Provinsi Jawa Timur, bahkan pemerintah pusat. Mereka mendesak agar normalisasi segera dilakukan demi ketenangan warga.

Mas Rio juga mengaitkan masalah ini dengan program Asta Cita dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang berfokus pada pengembangan kawasan pesisir.

“Sungai punya peran penting dalam menjaga ekologi. Kalau hanya mengandalkan APBD, jelas tidak kuat. Makanya kita butuh kepekaan dari pemerintah yang lebih tinggi,” tegasnya.

Kondisi kritis Kali Juma’in adalah akibat akumulasi sedimentasi dan sampah bertahun-tahun, ditambah absennya pemeliharaan. Kapasitas sungai menurun drastis, menyebabkan air mudah meluap saat hujan deras dan merendam pemukiman.

Tanpa dukungan dari provinsi dan pusat, persoalan banjir akibat Kali Juma’in dipastikan akan terus berulang. Warga pun berharap, jeritan mereka kali ini benar-benar sampai ke telinga para pemangku kebijakan.

Penulis : HMZ

Berita Terkait

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?
LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak
Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan
Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai
Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata
Temukan Jasad Bayi Laki-Laki di Kawasan Hutan Karet Mojo Kediri, Warga Lapor Polisi Minta Pelaku Segera Ditangkap
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Yakuza Maneges ke Polresta Malang Kota
Keluhan Warga Morosunggingan Belum Tuntas, Dugaan Penyimpangan Pupuk Subsidi Kembali Menjadi Sorotan

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:07 WIB

Menakar Ketegasan Polisi di Pusaran Perjudian Kediri: Komitmen Kamtibmas atau Sekadar Retorika?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:03 WIB

LSM PIAR Desak Audit Aset Daerah yang Dijadikan Dapur SPPG, Minta BPPKAD dan BGN Bertindak

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20 WIB

Baru Diaspal, Jalan Mawar Indah Probolinggo Sudah Bergelombang, Warga Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:52 WIB

Sempat Memanas di WhatsApp dan TikTok, Perselisihan Eks Karyawan dengan Pimpinan Salon di Kediri Berakhir Damai

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:09 WIB

Dugaan Praktik Perjudian di Ngancar Menantang Taji APH: Warga Tuntut Langkah Nyata

Berita Terbaru